Laporan
9 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Kebijakan Harga Jual Jasa
Pendidikan
Pertemuan
kesepuluh ini terjadi pada hari senin tanggal 29 April 2013 pertemuan ini
bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari
kelompok delapan yang terdiri dari Ria winda wulandari, Berta, Roliyani, dan Vivi
yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Kebijakan Harga Jual Jasa
Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada
sekitar pukul 13.50.
Sebelum
memasuki materi kita harus dapat memahami apa itu harga adalah yang mempunyai nilai dan kegunaan dan juga harga
adalah sejumlah uang yang dibutuhkan, dibebankan, dan kombinasi antara barang
atau jasa untuk mendapatkan sejumlah produk tertentu / pelayanan yang
menyertainya.
Price=>
(HPP + LABA) dan Value.
Pesaing
=>
ü monopoli-)bebas
ü Bebas
ü Oligopoli
Place
produk
-
Bahan baku
-
TKL
-
BOH
a.
Pentingnya harga
1.
Dalam perekonomian
Harga menjadi suatu pengatur dasar pada sistem
perekonomian secara keseluruhan karena mempengaruhi alokasi sumber-sumber yang
ada. Harga pasar dari sebuah barang dapat mempengaruhi tingkat upah, sewa,
bunga, dan laba atas pembayaran faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja,
tanah, modal dan skill.
2.
Dalam perusahaan
Penetapan harga sesuatu barang atau jasa
oleh perusahaan memberikan pengaruh yang tidak sedikit bagi perusahaan karena :
a. Harga
merupakan penentu bagi permintaan pasarnya
b. Harga
dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan mempengaruhi market
sharenya
c. Harga
akan memberikan hasil maksimal dengan menciptakan sejumlah pendapatan dan
keuntungan bersih
Harga
barang juga dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan.
Kebijakan harga adalah keputusan
mengenai harga-harga yang akan diikuti untuk suatu jangka waktu tertentu. Jadi
di sini terkandung maksud mengikuti perkembangan harga pasar. Untuk menerapkan
price policies perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain:
1. Apa
yang dituju misalnya, untuk mencegah masuknya saingan maka price policies
ditetapkan berdasarkan harga pokok ditambah laba yang tipis.
2. Penetrasi
maksudnya untuk meneroboskan produk-produk baru.
Price
policies dapat ditinjau dari 3 sudut:
1. Kebijaksanaan
harga produsen
Para produsen yang memperhatikan harga
yang ditawarkan oleh retailer sebelum menetapkan harga jualnya disebut
“INVERTED PRICING”. Di dalam definisinya dikatakan bila dalam price police
decisionnya, seorang pengusaha menentukan harga pabriknya (factory price)
dengan berpedoman kepada harga penjualan eceran yang ditawarkan kepada konsumen
sedemikian rupa sehingga harga pabrik yang akan ditentukan bagi produknya itu,
adalah sama dengan harga eceran setelah dikurangi dengan keuntungan para
distributors, ini disebut INVERTED PRICING.
Produsen yang memproduksi barang baru
mempunyai 2 pilihan dalam proses price policiesnya yaitu:
a. Skimming
price
Memasang
harga setinggi mungkin dengan alasan:
a) Demand
bersifat in elastic pada waktu barangnya dipasarkan
b) Pasaran
ditinjaukan kepada konsumen-konsumen yang kaya.
c) Bertujuan
untuk mengembalikan modal yang telah tertanam dalam waktu singkat
d) Tidak
dikhawatirkan masuknya pesaing baru.
b. Penetration
price
Memasang
harga yang rendah pada permulaan pemasaran kemudian dinaikan bertahap.
Alasan-alasan policy ini ialah:
a) Diperkirakan
demand bersifat elastis
b) Volume
produksi yang besar, biaya-biaya akan dapat ditekankan
c) Takut
masuknya calon-calon pesaing.
2. Kebijaksanaan
Harga Wholesaler
Para produsen bisa pula mempergunakan
beberapa macam price policies yang dipakai oleh Wholasaler seperti:
a. Geographical
Price Quotation
Produsen dapat menetapkan harga-harga yang berbeda
sesuai dengan besarnya ongkos angkut karena perbedaan geografis. Tetapi
harganya akan sama bila ditinjau dari loco gudang penjual.
b. Price
Adjusted to Buyers Position
Untuk masing-masing golongan pembelian diberi harga
yang berbeda. Yang penting disini ialah berapa besar perbedaan harganya untuk
masing-masing pembeli.
c. Price
Based on Quantity Purchased
Harga-harga disesuaikan dengan besarnya jumlah
pembelian. Makin besar pembelian, harga bisa lebih rendah, karena dapat korting
khusus.
d. Dumping
Menjual barang ke luar negeri dengan harga lebih
murah dari harga dalam negeri. Cara ini juga dapat dipakai untuk pasaran dalam
negeri.
e. Discount
Methods of Quoting Prices
Biasanya perusahaan mempunyai price policy yang sama
tetapi berbeda pemberian discount. Perbedaan ini disebabkan oleh:
a) Trade
position discount
b) Quantity
discount
c) Functional
discount
d) Cash
discount
e) Chain
discount
f) Consistency
discount structure and purpose
3. Kebijakan
Harga Retailer
Ada beberapa macam price policy yang
dilakukan oleh retailer yaitu sebagai berikut:
a. Margin
Pricing
Penentuan harga penjualan yang dikehendaki
tergantung kepada biaya-biaya yang telah dikeluarkan. Pada umumnya margin ditetapkan berdasarkan
kira-kira asal lebih besar dari pada biaya rata-rata.
b. Price
Lining
Policy harga disini ialah menggolongkan
barang-barang kedalam kelompok yang berharga satuan. Tentu saja harga yang
digolong-golongkan itu untuk beberapa barang mungkin kemahalan, dan untuk
beberapa barang lain kemurahan. Price Lining ini ada batas-batasnya misalnya
bagi higher income customer persoalan harga tidak begitu penting bagi mereka.
Juga bagi retailer jangan terlalu banyak menggunakan price line agar jangan
sampai interval price line terlalu berdekatan.
c. Competitors
Price
Untuk memperoleh reputasi sebagai took yang murah
untuk barang-barang yang dikenal oleh umum (mengikuti price leader atau loss
leader). Loss leader artinya harganya ditetapkan dibawah harga umum.
d. Discount
House
Suatu took eceran yang menjual barang-barang deri
merek yang terkenal, dengan suatu potongan harga yang menarik, sehingga harga
sesungguhnya lebih rendah dari harga umum.
e. Combination
Offers
Sering
kita lihat di pasar orang menjual sisir diikat dengan minyak rambut + cemin
harga Rp 15.000,-. Ini namanya combinations offers. Maksudnya di samping
memikat calon pembeli juga malariskan barang lain yang keadaan pasarnya lagi
sepi.
Dalam
menentukan penetapan kebijakan harga ada beberapa kemungkinan:
1. Penetapan
harga di atas harga saingan
Cara
ini dapat dilakukan kalau kita dapat meyakinkan konsumen bahwa barang yang kita
jual mempunyai kualitas yang lebih baik bentuk yang lebih menarik dan mempunyai
kelebihan-kelebihan lain dari barang yang sejenis yang telah ada di pasar
2. Penetapan
harga di bawah harga saingan
Kebijaksanaan
itu dipilih untuk menarik lebih banyak langganan untuk barang yang baru
diperkenalkan, dan belum stabil kedudukannya di pasar.
3. Mengikuti
harga saingan
Cara
ini dipilih untuk mempertahankan agar langganan tidak beralih ketempat lain,
dalam hal ini penting diperhatikan persoalan patronage buying motivies dari
took tersebut.
4. Tingkat
barang-barang dari harga sejenis dari saingan-saingannya atau barang-barang
pengganti.
Untuk
menetapkan harga akan lebih baik hasilnya jika perusahaan tersebut
memperhatikan bukan hanya barang-barang sejenis dari saingan, tapi juga harga
dari barang-barang pengganti misalnya mentega, minyak, kacang, dsb.
5. Harga
pada tiap Saluran Distribusi
Dalam
penetapan harga, alangkah baiknya jika produsen menentukan harga pada setiap
saluran distribusi. Misalnya, perusahaan/produsen hanya menetapkan harga untuk
pembeli grosir saja, sedang untuk pembeli terakhir tidak dipedulikan. Cara ini
salah sebab efek harga justru pada konsumen terakhir.
6. Memilih
Alternatif beberapa Harga Jual
Suatu
perusahaan sebelum menetapkan harga tertentu untuk barang produksinya biasanya
menetapkan terlebih dahulu bebrapa alternatif harga. Misalnya untuk suatu
barang mungkin perusahaan menetapkan beberapa alternatif harga yang hatus
dipilih, misalnya Rp900,- Rp1.000,- atau Rp1.100,- per-unit.
7. Menetapkan
Lebih dari Satu Macam Harga Jual
Biasanya
perusahaan-perusahaan membagi suatu daerah pemasaran menjadi daerah-daerah
tertentu. Pembagian daerah itu biasanya didasarkan perbedaan daya beli dari
penduduk masing-masing.
8. Penetapan
Harga Jual yang Jauh Lebih Murah
Selain
perbedaan harga berdasarkan perbedaan daerah seperti dimuka, maka dapat saja
perusahaan menetapkan perbedaan harga tidak berdasarkan daerah tetapi
berdasarkan keadaan-keadaan tertentu.
Faktor
utama yang menentukan dalam penetapan harga adalah tujuan pemasaran perusahaan.
• Menurut Adrian Payne tujuan penetapan harga antara lain :
1) Bertahan
Bertahan merupakan usaha untuk tidak melakukan
tindakan-tindakan yang meningkatkan laba ketika perusahaan sedang mengalami
kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Usaha ini demi kelangsungan hidup
perusahaan.
2) Memaksimalkan
laba
Penentuan harga bertujuan untuk
memaksimalkan laba dalam periode tertentu.
3) Memaksimalkan
penjualan
Penentuan harga bertujuan untuk membangun
pangsa pasar dengan melakukan penjualan pada harga awal yang merugikan.
4) Prestise/Gengsi
Tujuan penentuan harga disini adalah untuk memosisikan jasa perusahaan tersebut sebagai jasa yang eksklusif.
Tujuan penentuan harga disini adalah untuk memosisikan jasa perusahaan tersebut sebagai jasa yang eksklusif.
5) Pengembangan
atas Investasi (ROI)
Tujuan penentuan harga didasarkan atas
pencapaian pengembalian atas investasi (return on investment-ROI ) yang
diinginkan. Harga versus nonharga: Masalah kecenderungan perusahaan-perusahaan
pada metode promosi harga dan lawan promosi nonharga adalah penting bagi
manajer suatu perusahaan untuk mengetahui metode yang dipakai para
pesaingannya.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi penetapan harga: Menurut William J. Stanton,1997 didalam penetapan harga terdapat dua faktor,
yaitu :
- Memperkirakan permintaan produk
ada dua langkah memperkirakan permintaan,
yaitu : memperkirakan berapa besarnya harga yang diharapkan dan memperkirakan
penjualan dengan harga yang berbeda.
2.
Reaksi pesaing
Pesaing
merupakan salah satu yang mempengaruhi ciptaan harga terutama sekali ancaman
pesaingan yang potensial. Sumber persaingan tersebut berasal dari tiga macam
yaitu:
Ø produk
yang serupa
Ø produk
pengganti
Ø produk
yang tidak serupa
Faktor lingkungan
internal
1.
Tujuan pemasaran perusahaan
2.
Strategi bauran pemasaran
3.
Biaya
4.
Organisasi
Faktor lingkungan eksternal
1. Sifat
dan permintaan pasar
2. Persaingan
3. Unsur-unsur
lingkungan lainnya
Strategi
penetapan harga: Untuk memenangkan dalam persaingan,maka pihak produsen harus
menentukan strategi harga yang tepat bagi produknya. Menurut indriyo
gitosudarmo (1999) ada dua strategi penetapan harga, yaitu:
1.
Stategi harga bagi produk baru, Jika kita melihat ditoko-toko elektronik saat
ini banyak dijumpai produk-produk baru yang menawarkan berbagai macam fasilitas
dan kemudahan beserta kecanggihan teknologi yang diterapkan pada produk
tersebut.
2. Strategi harga bauran produk, Didalam strategi penetapan
harga untuk bauran produk adalah kebersamaan di antaranya harga-harga produk
secara keseluruhan. Strategi harga bauran produk dibedakan menjadi 4, yaitu :
harga garis produk, harga produk pelengkap, harga produk penawaran (captive),
dan harga produk sampingan.
Ada
beberapa metode yang dapat digunakan sebagai rancangan dan variasi dalam
penetapan harga yang terdiri dari
1. Harga
didasarkan pada biaya total ditambah dengan laba yang diinginkan (cost plus
pricing method)
Metode
penetapan harga ini adalah metode yang paling sederhana di mana penjualan atau
produsen menetapkan harga jual untuk satu barang yang besarnya sama dengan
jumlah biaya per unit ditambah dengan suatu jumlah untuk laba yang diinginkan
(margin) pada tiap-tiap unit tersebut.
Formula : cost plus
pricing method= biaya total+marjin=harga jual
Mark up pricing
Variasi
lain dari metode cost plus adalah mark up pricing method yang banyak dipakai
oleh pedagang. Para pedagang yang membeli barang-barang dagangan akan
menentukan harga jualnya setelah menambah harga belinya sejumlah mark up. Jadi
formulanya: harga beli+mark up = harga jual
2. Harga
yang berdasarkan pada keseimbangan antara permintaan dan suplai
Metode
penetapan harga ini menjadikan permintaan dan suplai produk sebagai acuan dalam
penetapan harga. Apabila permintaan dan suplai sedang dalam keadaan normal,
maka harga jual barang akan tetap seperti semula. Apabila permintaan sedang
banyak namun suplai produk sedikit, maka harga jual barang akan meningkat. Hal
ini dikarenakan suplai yang berada dipasaran sedikit dan sulit untuk mencari
barangnya. Sedangkan apabila permintaan sedikit dan suplai barang banyak, maka
harga barang akan menurun.
3. Penetapan
harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar
Penetapan
harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar adalah suatu metode penetapan
harga yang berorientasi pada kekuatan pasar di mana harga jual dapat ditetapkan
sama dengan harga jual pesaing, di atas harga pesaing atau di bawah harga
pesaing.
A.
Potongan Harga
dan Potongan Berat
Potongan-potongan
harga dan potongan berat diberikan kepada konsumen disebabkan oleh beberapa hal
seperti berikut:
1. Konsumen
membayar lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan
2. Pembelian
dalam partai besar
3. Adanya
perbedaan timbangan
4. Dari
pihak produsen sendiri kemungkinan merupakan suatu program.
Ada juga jenis potongan harga yang
dibebankan oleh produsen atau merupakan tambahan biaya bagi konsumen, yang
merupakan upah bagi si perantara dalam jual beli tersebut.
Bentuk-bentuk
potongan yang banyak dipakai antara lain :
1. Potongan
Kuantitas
Potongan kuantitas adalah potongan dari harga yang
tercatat yang ditawarkan oleh penjual agar konsumen membeli dalam jumlah yang
lebih besar dari biasanya atau bersedia memusatkan pembeliannya pada penjual
yang sama.
2. Potongan
dagang
Potongan dagang sering juga disebut potongan
fungsional adalah potongan dari harga tercatat (daftar harga) yang ditawarkan
kepada pembeli yang diharapkan mampu memiliki fungsi pemasaran (yang ikut
memasarkan barang).
3. Potongan
Tunai/Kontan
Potongan tunai/kontan adalah potongan yang diberikan
kepada pembeli karena membayar kontan/tunai dalam jadwal pembayaran yang telah
ditetapkan sebelumnya.
4. Potongan
Musiman
Potongan musiman adalah suatu pengurangan harga yang
diberikan kepada pembeli yang membeli barang/jasa di kala musim sepi. Potongan
musiman memungkinan penjual dapat mempertahankan produksi yang lebih mantap
selama satu tahun.
5. Potongan
Fungsional
Potongan sering juga dinamakan potongan dagang atau trade
discuont oleh produsen kepada anggota saluran distribusi yang melakukan fungsi-fungsi
tertentu seperti penjualan ataupun penyimpanan. Produsen pada dasarnya dapat
menawarkan suatu potongan fungsional yang berbeda-beda kepada berbagai saluran
distribusi karena perbedaan pelayanan yang dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar