Kamis, 02 Mei 2013

Laporan 9 Tentang kebijakan harga jual jasa pendidikan


Laporan 9 Manajemen Pemasaran Jasa

Nama : Ria Winda Wulandari

Mp Non Reg 2011 (1445115205)

Tentang Kebijakan Harga Jual Jasa Pendidikan

Pertemuan kesepuluh ini terjadi pada hari senin tanggal 29 April 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok delapan yang terdiri dari Ria winda wulandari, Berta, Roliyani, dan Vivi yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Kebijakan Harga Jual Jasa Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul 13.50.

Sebelum memasuki materi kita harus dapat memahami apa itu harga adalah yang  mempunyai nilai dan kegunaan dan juga harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan, dibebankan, dan kombinasi antara barang atau jasa untuk mendapatkan sejumlah produk tertentu / pelayanan yang menyertainya.

Price=> (HPP + LABA) dan Value.

Pesaing =>

ü  monopoli-)bebas

ü  Bebas

ü  Oligopoli

Place produk

-          Bahan baku

-          TKL

-          BOH
 

a.       Pentingnya harga

1.      Dalam perekonomian

Harga menjadi suatu pengatur dasar pada sistem perekonomian secara keseluruhan karena mempengaruhi alokasi sumber-sumber yang ada. Harga pasar dari sebuah barang dapat mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga, dan laba atas pembayaran faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, modal dan skill.

2.      Dalam perusahaan

Penetapan harga sesuatu barang atau jasa oleh perusahaan memberikan pengaruh yang tidak sedikit bagi perusahaan karena :

a.       Harga merupakan penentu bagi permintaan pasarnya

b.      Harga dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan mempengaruhi market sharenya

c.       Harga akan memberikan hasil maksimal dengan menciptakan sejumlah pendapatan dan keuntungan bersih

Harga barang juga dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan.

Kebijakan harga adalah keputusan mengenai harga-harga yang akan diikuti untuk suatu jangka waktu tertentu. Jadi di sini terkandung maksud mengikuti perkembangan harga pasar. Untuk menerapkan price policies perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain:

1.      Apa yang dituju misalnya, untuk mencegah masuknya saingan maka price policies ditetapkan berdasarkan harga pokok ditambah laba yang tipis.

2.      Penetrasi maksudnya untuk meneroboskan produk-produk baru.

Price policies dapat ditinjau dari 3 sudut:

1.      Kebijaksanaan harga produsen

Para produsen yang memperhatikan harga yang ditawarkan oleh retailer sebelum menetapkan harga jualnya disebut “INVERTED PRICING”. Di dalam definisinya dikatakan bila dalam price police decisionnya, seorang pengusaha menentukan harga pabriknya (factory price) dengan berpedoman kepada harga penjualan eceran yang ditawarkan kepada konsumen sedemikian rupa sehingga harga pabrik yang akan ditentukan bagi produknya itu, adalah sama dengan harga eceran setelah dikurangi dengan keuntungan para distributors, ini disebut INVERTED PRICING.

Produsen yang memproduksi barang baru mempunyai 2 pilihan dalam proses price policiesnya yaitu:

a.       Skimming price

Memasang harga setinggi mungkin dengan alasan:

a)    Demand bersifat in elastic pada waktu barangnya dipasarkan

b)   Pasaran ditinjaukan kepada konsumen-konsumen yang kaya.

c)    Bertujuan untuk mengembalikan modal yang telah tertanam dalam waktu singkat

d)   Tidak dikhawatirkan masuknya pesaing baru.

b.      Penetration price

Memasang harga yang rendah pada permulaan pemasaran kemudian dinaikan bertahap. Alasan-alasan policy ini ialah:

a)    Diperkirakan demand bersifat elastis

b)   Volume produksi yang besar, biaya-biaya akan dapat ditekankan

c)    Takut masuknya calon-calon pesaing.

2.      Kebijaksanaan Harga Wholesaler

Para produsen bisa pula mempergunakan beberapa macam price policies yang dipakai oleh Wholasaler seperti:

a.       Geographical Price Quotation

Produsen dapat menetapkan harga-harga yang berbeda sesuai dengan besarnya ongkos angkut karena perbedaan geografis. Tetapi harganya akan sama bila ditinjau dari loco gudang penjual.

b.      Price Adjusted to Buyers Position

Untuk masing-masing golongan pembelian diberi harga yang berbeda. Yang penting disini ialah berapa besar perbedaan harganya untuk masing-masing pembeli.

c.       Price Based on Quantity Purchased

Harga-harga disesuaikan dengan besarnya jumlah pembelian. Makin besar pembelian, harga bisa lebih rendah, karena dapat korting khusus.

d.      Dumping

Menjual barang ke luar negeri dengan harga lebih murah dari harga dalam negeri. Cara ini juga dapat dipakai untuk pasaran dalam negeri.

e.       Discount Methods of Quoting Prices

Biasanya perusahaan mempunyai price policy yang sama tetapi berbeda pemberian discount. Perbedaan ini disebabkan oleh:

a)      Trade position discount

b)      Quantity discount

c)      Functional discount

d)     Cash discount

e)      Chain discount

f)       Consistency discount structure and purpose

3.      Kebijakan Harga Retailer

Ada beberapa macam price policy yang dilakukan oleh retailer yaitu sebagai berikut:

a.       Margin Pricing

Penentuan harga penjualan yang dikehendaki tergantung kepada biaya-biaya yang telah dikeluarkan.  Pada umumnya margin ditetapkan berdasarkan kira-kira asal lebih besar dari pada biaya rata-rata.

b.      Price Lining

Policy harga disini ialah menggolongkan barang-barang kedalam kelompok yang berharga satuan. Tentu saja harga yang digolong-golongkan itu untuk beberapa barang mungkin kemahalan, dan untuk beberapa barang lain kemurahan. Price Lining ini ada batas-batasnya misalnya bagi higher income customer persoalan harga tidak begitu penting bagi mereka. Juga bagi retailer jangan terlalu banyak menggunakan price line agar jangan sampai interval price line terlalu berdekatan.

c.       Competitors Price

Untuk memperoleh reputasi sebagai took yang murah untuk barang-barang yang dikenal oleh umum (mengikuti price leader atau loss leader). Loss leader artinya harganya ditetapkan dibawah harga umum.

d.      Discount House

Suatu took eceran yang menjual barang-barang deri merek yang terkenal, dengan suatu potongan harga yang menarik, sehingga harga sesungguhnya lebih rendah dari harga umum.

e.       Combination Offers

Sering kita lihat di pasar orang menjual sisir diikat dengan minyak rambut + cemin harga Rp 15.000,-. Ini namanya combinations offers. Maksudnya di samping memikat calon pembeli juga malariskan barang lain yang keadaan pasarnya lagi sepi.

Dalam menentukan penetapan kebijakan harga ada beberapa kemungkinan:

1.      Penetapan harga di atas harga saingan

Cara ini dapat dilakukan kalau kita dapat meyakinkan konsumen bahwa barang yang kita jual mempunyai kualitas yang lebih baik bentuk yang lebih menarik dan mempunyai kelebihan-kelebihan lain dari barang yang sejenis yang telah ada di pasar

2.      Penetapan harga di bawah harga saingan

Kebijaksanaan itu dipilih untuk menarik lebih banyak langganan untuk barang yang baru diperkenalkan, dan belum stabil kedudukannya di pasar.

3.      Mengikuti harga saingan

Cara ini dipilih untuk mempertahankan agar langganan tidak beralih ketempat lain, dalam hal ini penting diperhatikan persoalan patronage buying motivies dari took tersebut.

4.      Tingkat barang-barang dari harga sejenis dari saingan-saingannya atau barang-barang pengganti.

Untuk menetapkan harga akan lebih baik hasilnya jika perusahaan tersebut memperhatikan bukan hanya barang-barang sejenis dari saingan, tapi juga harga dari barang-barang pengganti misalnya mentega, minyak, kacang, dsb.

5.      Harga pada tiap Saluran Distribusi

Dalam penetapan harga, alangkah baiknya jika produsen menentukan harga pada setiap saluran distribusi. Misalnya, perusahaan/produsen hanya menetapkan harga untuk pembeli grosir saja, sedang untuk pembeli terakhir tidak dipedulikan. Cara ini salah sebab efek harga justru pada konsumen terakhir.

6.      Memilih Alternatif beberapa Harga Jual

Suatu perusahaan sebelum menetapkan harga tertentu untuk barang produksinya biasanya menetapkan terlebih dahulu bebrapa alternatif harga. Misalnya untuk suatu barang mungkin perusahaan menetapkan beberapa alternatif harga yang hatus dipilih, misalnya Rp900,- Rp1.000,- atau Rp1.100,- per-unit.

7.      Menetapkan Lebih dari Satu Macam Harga Jual

Biasanya perusahaan-perusahaan membagi suatu daerah pemasaran menjadi daerah-daerah tertentu. Pembagian daerah itu biasanya didasarkan perbedaan daya beli dari penduduk masing-masing.

8.      Penetapan Harga Jual yang Jauh Lebih Murah

Selain perbedaan harga berdasarkan perbedaan daerah seperti dimuka, maka dapat saja perusahaan menetapkan perbedaan harga tidak berdasarkan daerah tetapi berdasarkan keadaan-keadaan tertentu.

Faktor utama yang menentukan dalam penetapan harga adalah tujuan pemasaran perusahaan.

      Menurut Adrian Payne tujuan penetapan harga antara lain :

1)      Bertahan

             Bertahan merupakan usaha untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang meningkatkan laba ketika perusahaan sedang mengalami kondisi pasar yang tidak menguntungkan. Usaha ini demi kelangsungan hidup perusahaan.

2)      Memaksimalkan laba

      Penentuan harga bertujuan untuk memaksimalkan laba dalam periode tertentu.

3)      Memaksimalkan penjualan

      Penentuan harga bertujuan untuk membangun pangsa pasar dengan melakukan penjualan pada harga awal yang merugikan.

4)      Prestise/Gengsi
Tujuan penentuan harga disini adalah untuk memosisikan jasa perusahaan tersebut sebagai jasa yang eksklusif.

5)      Pengembangan atas Investasi (ROI)

                Tujuan penentuan harga didasarkan atas pencapaian pengembalian atas investasi (return on investment-ROI ) yang diinginkan. Harga versus nonharga: Masalah kecenderungan perusahaan-perusahaan pada metode promosi harga dan lawan promosi nonharga adalah penting bagi manajer suatu perusahaan untuk mengetahui metode yang dipakai para pesaingannya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga: Menurut William J. Stanton,1997  didalam penetapan harga terdapat dua faktor, yaitu :

  1. Memperkirakan permintaan produk

 ada dua langkah memperkirakan permintaan, yaitu : memperkirakan berapa besarnya harga yang diharapkan dan memperkirakan penjualan dengan harga yang berbeda.

2. Reaksi pesaing

Pesaing merupakan salah satu yang mempengaruhi ciptaan harga terutama sekali ancaman pesaingan yang potensial. Sumber persaingan tersebut berasal dari tiga macam yaitu:

Ø  produk yang serupa

Ø  produk pengganti

Ø  produk yang tidak serupa

Faktor lingkungan internal

1.      Tujuan pemasaran perusahaan

2.      Strategi bauran pemasaran

3.      Biaya

4.      Organisasi

Faktor lingkungan eksternal                   

1.      Sifat dan permintaan pasar

2.      Persaingan

3.      Unsur-unsur lingkungan lainnya

Strategi penetapan harga: Untuk memenangkan dalam persaingan,maka pihak produsen harus menentukan strategi harga yang tepat bagi produknya. Menurut indriyo gitosudarmo (1999) ada dua strategi penetapan harga, yaitu:

1. Stategi harga bagi produk baru, Jika kita melihat ditoko-toko elektronik saat ini banyak dijumpai produk-produk baru yang menawarkan berbagai macam fasilitas dan kemudahan beserta kecanggihan teknologi yang diterapkan pada produk tersebut.

2. Strategi harga  bauran produk, Didalam strategi penetapan harga untuk bauran produk adalah kebersamaan di antaranya harga-harga produk secara keseluruhan. Strategi harga bauran produk dibedakan menjadi 4, yaitu : harga garis produk, harga produk pelengkap, harga produk penawaran (captive), dan harga produk sampingan.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan sebagai rancangan dan variasi dalam penetapan harga yang terdiri dari

1.      Harga didasarkan pada biaya total ditambah dengan laba yang diinginkan (cost plus pricing method)

Metode penetapan harga ini adalah metode yang paling sederhana di mana penjualan atau produsen menetapkan harga jual untuk satu barang yang besarnya sama dengan jumlah biaya per unit ditambah dengan suatu jumlah untuk laba yang diinginkan (margin) pada tiap-tiap unit tersebut.

Formula : cost plus pricing method= biaya total+marjin=harga jual

Mark up pricing

Variasi lain dari metode cost plus adalah mark up pricing method yang banyak dipakai oleh pedagang. Para pedagang yang membeli barang-barang dagangan akan menentukan harga jualnya setelah menambah harga belinya sejumlah mark up. Jadi formulanya: harga beli+mark up = harga jual

2.      Harga yang berdasarkan pada keseimbangan antara permintaan dan suplai

Metode penetapan harga ini menjadikan permintaan dan suplai produk sebagai acuan dalam penetapan harga. Apabila permintaan dan suplai sedang dalam keadaan normal, maka harga jual barang akan tetap seperti semula. Apabila permintaan sedang banyak namun suplai produk sedikit, maka harga jual barang akan meningkat. Hal ini dikarenakan suplai yang berada dipasaran sedikit dan sulit untuk mencari barangnya. Sedangkan apabila permintaan sedikit dan suplai barang banyak, maka harga barang akan menurun.

3.      Penetapan harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar

Penetapan harga yang ditetapkan atas dasar kekuatan pasar adalah suatu metode penetapan harga yang berorientasi pada kekuatan pasar di mana harga jual dapat ditetapkan sama dengan harga jual pesaing, di atas harga pesaing atau di bawah harga pesaing.

A.    Potongan Harga dan Potongan Berat

Potongan-potongan harga dan potongan berat diberikan kepada konsumen disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:

1.      Konsumen membayar lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan

2.      Pembelian dalam partai besar

3.      Adanya perbedaan timbangan

4.      Dari pihak produsen sendiri kemungkinan merupakan suatu program.

Ada juga jenis potongan harga yang dibebankan oleh produsen atau merupakan tambahan biaya bagi konsumen, yang merupakan upah bagi si perantara dalam jual beli tersebut.

Bentuk-bentuk potongan yang banyak dipakai antara lain :

1.      Potongan Kuantitas

Potongan kuantitas adalah potongan dari harga yang tercatat yang ditawarkan oleh penjual agar konsumen membeli dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya atau bersedia memusatkan pembeliannya pada penjual yang sama.

2.      Potongan dagang

Potongan dagang sering juga disebut potongan fungsional adalah potongan dari harga tercatat (daftar harga) yang ditawarkan kepada pembeli yang diharapkan mampu memiliki fungsi pemasaran (yang ikut memasarkan barang).

3.      Potongan Tunai/Kontan

Potongan tunai/kontan adalah potongan yang diberikan kepada pembeli karena membayar kontan/tunai dalam jadwal pembayaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

4.      Potongan Musiman

Potongan musiman adalah suatu pengurangan harga yang diberikan kepada pembeli yang membeli barang/jasa di kala musim sepi. Potongan musiman memungkinan penjual dapat mempertahankan produksi yang lebih mantap selama satu tahun.

5.      Potongan Fungsional

Potongan sering juga dinamakan potongan dagang atau trade discuont oleh produsen kepada anggota saluran distribusi yang melakukan fungsi-fungsi tertentu seperti penjualan ataupun penyimpanan. Produsen pada dasarnya dapat menawarkan suatu potongan fungsional yang berbeda-beda kepada berbagai saluran distribusi karena perbedaan pelayanan yang dilakukan.


Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar