Sabtu, 30 Maret 2013

laporan 5 manajemen pemasaran jasa (bauran pemasaran jasa pendidikan)



Laporan 5 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Bauran Pemasaran Jasa Pendidikan
Pertemuan enam ini terjadi pada hari senin tanggal 25 Maret 2013 pertemuan ini bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd tidak hadir dan diawali dengan presentasi dari kelompok empat yang terdiri dari nisa, devie, april, khairiyah yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul bauran pemasaran jasa pendidikan yang diawal presentasi ini terbagi menjadi 4 kelompok masing-masing dijelaskan oleh penyaji, 1 penyaji per sub kelompok dilakukan di depan kajur manajemen pendidikan. Di Gedung Daksinapati lantai 1 UNJ pada sekitar pukul 11.00.
Sebelum memasuki apa itu bauran pemasaran kita harus tahu dahulu pengertian jasa itu sendiri. Jasa merupakan aktivitas atau manfaat yang dapat ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lainnya dan tidak mengakibatkan perpidahan kepemilikan. Menurut Kotler (2000:15) mengemukakan definisi bauran pemasaran (marketing mix) adalah sekumpulan alat (cara-cara atau unsur) pemasaran (marketing mix) yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaarannya dalam pasar sasaran. Kesimpulannya dari marketing mix merupakan unsur-unsur pemasaranyang saling terkait, dibaurkan,diorganisir, dan digunakan yang tepat, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan pemasaran dengan efektif, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Selanjutnya Zeithaml dan Betner mengemukakan konsep bauran pemarasaran tradisional (traditional marketing mix) produk barang terdiri dari 4P yaitu, product, price, place dan promotion. Sementara itu, untuk pemasaran jasa perlu bauran pemasaran yang diperluas dengan penambahan unsur non tradisional, yaitu people, physical evidence, process, sehingga menjadi tujuh unsur (7P).
Elemen marketing mix jasa terdiri dari tujuh hal, yaitu:
ð  Product: jasa seperti apa yang ingin ditawarkan
ð  Price: bagaimana strategi penentuan harga
ð  Promotion: bagaimana promosi yang harus dilakukan
ð  Place: bagaimana sistem penghantaran (delivery sistem) yang akan diterapkan
ð  People: tipe kualitas dan kuantitas orang yang akan terlibat dalam pemberian jasa.
ð  Process: bagaimana proses dalam operasi jasa tersebut
ð  Custumer service: tingkat service (service level) yang bagaimana yang akan diberikan kepada konsumen
Penambahan unsur bauran pemasaran jasa dilakukan antara lain karena jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk, yaitu tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan, beraneka ragam dan mudah lenyap.
Untuk menjangkau pasar sasaran yang telah diterapkan, maka setiap perusahaan perlu mengelola kegiatan pemasarannya dengan baik. Perusahaan harus dapat menyusun serta menggunakan controllable marketing variables, untuk mengantisipasi perubahan dari uncontrollable marketing variables, serta untuk mempengaruhi permintaan produk perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus dapat mengkombinasikan unsur-unsur tersebut dalam proporsi  yang tepat sehingga bauran pemasaran sesuai dengan lingkungan perusahaan, dapat memuaskan pasar sasaran dan tetap sejalan dengan sasaran perusahaan dalam bidang pemasaran secara keseluruhan. Bauran pemasaran yang telah ditetapkan perusahaan sebaiknya selalu disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi perusahaan, jadi harus bersifat dinamis.
Ø  Produk jasa (the serviceproduct) P1
Produk jasa merupakan suatu kinerja penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa tersebut. Apa yang ditawarkan menunjukan sejumlah manfaat yang dapat pelanggan dapatkan dari pembelian suatu barang atau jasa, sedangkan sesuatu yang ditawarkan itu sendiri dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu :
a)      Barang nyata,
b)      Barang nyata disertai dengan jasa,
c)      Jasa utama yang disertai dengan barang dan jasa tambahan, dan
d)     Murni jasa.
Untuk merencanakan penawaran atau produk, pemasar perlu memahami tingkatan produk, yaitu :
a.       Produk utama/inti
b.      Produk generik
c.       Produk harapan
d.      Produk pelengkap
e.       Produk potensial
Jadi pada dasarnya produk adalah sekumpulan nilai kepuasan yang kompleks. Nilai sebuah produk ditetapkan oleh pembeli berdasarkan manfaat yang akan mereka terima dari produk tersebut. Yang perlu diperhatikan dalam produk adalah konsumen tidak hanya membeli fisik dari produk itu saja tetapi membeli benefit dan value dari produk tersebut yang disebut the offer.
Ø  Tarif jasa (price) P2
Penentuan harga merupakan titik kritis dalam bauran pemasaran jasa karena harga menentukan pendapatan dari suatu usaha/bisnis. Keputusan penentuan harga juga sangat signifikan di dalam penentuan nilai/manfaat yang dapat diberikan kepada pelanggan dan memainkan peranan penting dalam gambaran kualitas jasa. Strategi penentuan tarif dalam perusahaan jasa dapat menggunakan penentuan tarif premium pada saat permintaan tinggi dan tarif diskon pada saat permintaan menurun. Hal yang paling utama dalam keputusan tarif adalah bahwa keputusan penentuan tarif harus sesuai dengan strategi pemasaran secara keseluruhan.
Tujuan pricing tersebut antara lain:
a)      Survival
b)      Profit maximization
c)      Sales maximization
d)     Prestige
e)      ROI
Terdapat juga faktor-faktor yang mempengaruhi pricing adalah:
1.      Positioning jasa
2.      Sasaran perusahaan
3.      Tingkat persaingan
4.      Life cycle jasa
5.      Elastisitas permintaan
6.      Struktur biaya
7.      Shared resources
8.      Prevailing economic condition
9.      Service capacity
Metode dalam pricing dapat dilakukan sebagai berikut: cost-plus pricing, rate of return pricing, competitive party pricing, value-based pricing, dan relationship pricing.
Prinsip-prinsip penetapan harga menurut Kotler :
a.       Perusahaan harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menetapkan harga,
b.      Perusahaan tidak harus selalu berupaya mencari profit maksimum melalui penetapan harga maksimum,
c.       Para pemasar hendaknya memahami seberapa responsif permintaan terhadap perubahan harga.
d.      Berbagai jenis biaya harus dipertimbangkan dalam menetapkan harga,
e.       Harga-harga para pesaing akan mempengaruhi tingkat permintaan jasa yang ditawarkan,
f.       Berbagai cara atau variasi penetapan harga yang ada mencakup markup, sasaran perolehan, nilai yang dapat diterima, faktor psikologis dan harga lainnya.
g.      Setelah menetapkan struktur harga, perusahaan menyesuaikan harganya dengan menggunakan harga psikologis, diskon harga, harga promosi, serta harga bauran produk.
Menurut Zeithalm dan Bitner (2000:437) menjelaskan tiga dasar penetapan harga yang biasa digunakan dalam menentukan harga, yaitu : penetapan harga berdasarkan biaya (cost-based pricing), penetapan harga yang berdasarkan persaingan (competition-based pricing) dan penetapan harga berdasarkan permintaan (demand-based).
Ø  Tempat/lokasi pelayanan (place/service location) P3
Untuk produksi industri manufaktur place diartikan sebagai saluran distribusi, sedangkan untuk produk industri jasa, place diartikan sebagai tempat pelayanan jasa. Lokasi pelayanan jasa yang digunakan dalam memasok jasa kepada pelanggan yang dituju. Keputusan mengenai lokasi pelayanan yang akan digunakan melibatkan pertimbangan bagaimana penyerangan jasa kepada pelanggan dan dimana itu akan berlangsung.
Terdapat tiga macam tipe interaksi antara penyedia jasa dan pelanggan yang berhubungan dengan pemilihan lokasi yaitu : a) pelanggan mendatangi penyedia jasa, b) penyedia jasa mendatangi pelanggan, c) penyedia jasa dan pelanggan melakukan interaksi melalui perantara.
Saluran distribusi (channels)
Penyampaian jasa juga dapat melalui organisasi maupun orang lain. Dalam penyampaian jasa ada tiga pihak yang terlibat, yaitu: 1. Service provider. 2. Intermediaries. 3. Custumers. Saluran distribusi maka perusahaan memilih saluran delivery jasa-nya, sebab akan sangat mempengaruhi jasa yang diberikan. Saluran distribusi yang dipilih adalah direct sales, agent atau broker, agen/broker penjual atau pembeli, franchises dan contracted service deliverers.
Pemilihan tempat atau lokasi memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap beberapa faktor berikut :
a)      Akses, b) visibilitas c) lalu lintas (traffic) d) tempat parkir yang luas dan aman, e) ekspansi, f) lingkungan, g) persiangan yaitu lokasi pesaing h) peraturan pemerintah.
Ø  Promosi (promotion) P4
Promosi merupakan salah satu faktor penentu suatu keberhasilan suatu program pemasaran. Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Promotion mix terdiri dari: advertising, personel selling, sales promotion, dan public relation. Faktor yang harus diperhatikan dalam promosi, yaitu: 1) identifikasi terlebih dahulu target audience-nya, 2) tentukaan tujuan promosi, 3) pengembangan pesan yang disampaikan, 4) pemilihan bauran komunikasi.
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, dan membujuk serta mengingatkan pelanggan sasaran tentang perusahaan dan bauran pemasaran. Beberapa tugas khusus itu sering disebut bauran promosi (promotion mix), yaitu: personal selling (komunikasi langsung/ tatapan muka), mass selling (pendekatan yang menggunakan media komunikasi untuk menyampaikan informasi, bentuk utama ada dua: 1. Periklanan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan produk/ seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan iklan. 2. Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang jasa secara non personal yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar.)
Promosi penjualan (sales promotion) adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan. Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam melaui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk pesaing, meningkatkan impluse buying(pembelian tanpa rencana sebelumnya), atau mengupayakan kerjasama yang lebih erat dengan pengecer.
Hubungan masyarakat (public relational) merupakan upaya komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan dan sikap berbagi kelompok terhadap perusahaan tersebut. Dalam hal ini kelompok-kelompok itu adalah mereka yang terlibat, mempunyai kepentingan, dan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan. Kelompok-kelompok tersebut terdiri atas karyawan dan keluarga, pemegang saham, pelanggan, khalayak/orang-orang yang tinggal disekitar organisasi, pemasok, perantara, pemerintah serta media massa. Kegiatan-kegiatan public relation meliputi hal-hal berikut: (1) press relations, (2) product publicity, (3) corporate commumication, (4) lobbying, dan (5) counselling.
Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, word of mouth pentingnya penyerahan (greater importance of referral) dan komunikasi dari mulut ke mulut, dimana orang yang menyampaikan rekomendasi secara perorangan seringkali lebih disukai sebagai sumber informasi.
Ø  Orang/ partisipan (people) P5
Orang (people) adalah semua perilaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen- elemen dari peopleadalah pegawai perusahaan, konsumen, dan konsumen lain dalam lingkungan jasa. Oleh karena itu penting kiranya semua perilaku karyawan jasa harus diorientasikan kepada konsumen. Dalam hubungannya dengan pemasaran jasa, maka people yang berfungsi sebagai service provider sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan. Keputusan dalam people ini berarti sehubungan dengan seleksi, trainning, motivasi, dan manajemen sumber daya manusia.Itu berarti organisasi jasa harus merekrut dan mempertahankan karyawan yang mempunyai skill, sikap, komitmen, dan kemampuan dalam membina hubungan baik dengan konsumen. People dalam jasa ini adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala aktivitas perusahaan, dan merupakan faktor yang memegang peranan penting bagi semua organisasi. Perilaku orang-orang yang terlibat langsung ini sangat penting dalam mempengaruhi mutu jasa yang ditawarkan dan image perusahaan yang bersangkutan. Elemen-elemen people ini memiliki 2 aspek yaitu: A) service people: untuk organisasi jasa, service people biasanya memegang jabatan ganda, yaitu mengadakan jasa dan menjual jasa tersebut. B) custumer: faktor lain yang mempengaruhi adalah hubungan yang ada diantara para pelanggan. Dan ada empat kriteria peranan atau pengaruh dari aspek people yang mempengaruhi konsumen yaitu, contactors, modifier, influencers,dan isolateds.
Pentingnya sumber daya manusia dalam pemasaran jasa telah mengarah perhatian yang besar pada pemasaran internal. Pemasaran internal semakin diakui perusahaan jasa dalam menentukan suksesnya pemasaran ke pelanggan eksternal. Tujuan dari adanya hubungannya tersebut adalah untuk mendorong people dalam kinerja memberikan kepuasan kepada konsumen.
Ø  Sarana fisik (physical evidence) P6
Sarana fisik ini merupakan suatu hal yang secara nyata turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk jasa yang ditawarkan. Unsur-unsur yang termasuk dalam sarana fisik antara lain lingkungan fisik, dalam hal ini bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, dengan service yang diberikan seperti tiket, sampul, label, dan lain-lain. Tiga cara mengelola bukti fisik yang strategis yaitu: a) An attention-Creating Medium. b) As a message-creating medium. c) An effect-creating medium.
Ø  Proses (process) P7
Proses adalah semua prosedur aktual, jadwal pekerjaan, mekanisme, dan aliran aktivitas dan hal-hal rutin yang digunakan untuk menyampaikan jasa kepada konsumen. Elemen proses ini mempunyai arti suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktifitasnya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumennya. Untuk perusahaan jasa, kerjasama antara pemasaran dan operasi sangat penting dalam elemen proses ini, terutama dalam melayani segala kebutuhan dan keinginan konsumen. Dilihat dari sudut konsumen maka kualitas jasa diantaranya bagaimana jasa menghasilkan fungsinya.
Proses dalam jasa merupakan faktor utama dalam bauran pemasaran jasa seperti pelanggan jasa akan sering merasakan sistem penyerahan jasa sebagai bagian dari jasa itu sendiri. Selain itu keputusan dalam manajemen operasi adalah sangat penting untuk suksesnya pemasaran jasa.
Seluruh aktivitas kerja adalah proses, proses melibatkan prosedur-prosedur, tugas-tugas, jadwal-jadwal, mekanisme-mekanisme, aktifitas-aktifitas dan rutinitas-rutinitas dengan apa produk (barang atau jasa) disalurkan ke pelanggan. Identifikasi manajemen proses sebagai aktifitas terpisah adalah prasyarat bagi perbaikan jasa. Pentingnya elemen proses ini khususnya dalam bisnis jasa disebabkan oleh persediaan jasa yang tidak dapat disimpan.
Proses terbagi menjadi dua cara yaitu,
1.      Complexity, hal ini berhubungan dengan langkah-langkah dan tahap dalam proses.
2.      Divergence, berhubungan dengan adanya perubahan dalam langkah-langkah atau tahap proses.
Sehubung dengan dua cara tersebut terdapat empat pilihan yang dapat dipilih oleh marketer, yaitu:
1)      Reduced divergence
2)      Increased divergence
3)      Reduced complexity
4)      Increased complexity
Customer service meliputi aktivitas untuk memberikan kegunaan waktu dan tempat termasuk pelayanan pra-transaksi, saat transaksi dan paska-transaksi. Kegiatan pendahuluannya harus sebaik mungkin sehingga konsumen memberikan respon positif dan menunjukkan loyalitas tinggi.
Customer service strategy menurut Christopher Lovelock mencakup sebagai:
1)      Identifikasi misi jasa
2)      Penentuan sasaran dari customer service
3)      Perumusan strategi customer service
4)      Implementasi
Dari semua elemen-elemen marketing mix diatas, maka harus lebih diperhatikan dalam pengembangannya adalah konsistensi, integrasi, leverage.
Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...

Sabtu, 23 Maret 2013

Laporan 4



Laporan 4 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Positioning Produk Jasa Pendidikan
Pertemuan kelima ini terjadi pada hari senin tanggal 18 Maret 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok tiga yang terdiri dari gelar gelora, dian, novi dan dea yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Positioning produk jasa pendidikan yang diawal presentasi ini terbagi menjadi 4 kelompok masing-masing dijelaskan oleh penyaji, 1 penyaji per sub kelompok dilakukan di depan kajur sehabis itu diperjelaskan lagi oleh dosen kita bapak Dr. Amril diruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul 13.40. Seharusnya pertemuan ini terjatuh pada tanggal 11 maret 2013 tetapi dikarenakan libur, jadi pertemuan ini menjadi tanggal 18 maret 2013.
Setelah memutuskan segmen pasar mana yang akan dimasuki, perusahaan harus memutuskan positioning yang hendak ditempatkan dalam segmen tersebut. Positioning sangat penting untuk jasa dalam pasar, akibat tekanan kompetitif, konsumen semakin dibingungkan oleh tawaran jasa yang sangat banyak didalam setiap sektor pasar. Tawaran-tawaran ini dikomunikasikan dengan jumlah pesan-pesan periklanan yang sangat banyak yang mempromosikan ciri-ciri jasa yang berlainan. Kunci untuk strategi positioning yang berhasil adalah mempromosikan ciri /karakteristik yang merupakan bidang terbaik bagi perusahaan dan yang cocok dengan kebutuhan-kebutuhan pelanggan.
Apa yang dimaksud dengan positioning ? positioning mencakup perancangan penawaran, dan citra perusahaan agar target pasar mengetahui dan mengaggap penting posisi perusahaan diantara pesaing. Namun positioning yang baik harus mencerminkan bagaimana/cara target pasar mendefinisikan nilai dan melakukan pemilihan produk jasa yang bersaing. Jadi bila positioning bicara mengenai bagaimana pemasar membedakan jasanya dibanding pesaing dalam benak konsumen (mengelompokkan pesaing), sementara segmentasi bicara pemasar memilah pasar (konsumen).
Positioning produk jasa pendidikan: pencitraan bagaimana orang tertarik dengan produk itu agar konsumen memiliki persepsi yang sama. Positioning: penempatan posisi (pemosisian dan mengiring anggapan konsumen kepada anggapan yang kita harapkan. Jasa: suatu kegiatan ekonomi yang produknya bukan dikonsumsi bersamaan dengan waktu produksi dan memberikan nilai tambah.
Berdasarkan pemaparan kelompok 3 yang presentasi ini, positioning adalah penempatan posisi, pemosisian yang menggiring anggapan konsumen kepada anggapan yang kita harapkan.
Langkah-langkah dalam positioning :
-           Mengidentifikasi produk yang diinginkan konsumen (riset) => menganalisis internal yang mendalam terhadap perusahaan kita & produk kita agar unggul dalam bersaing.
-           Brains storming => produk jasa  perusahaan yang pilih (memilih keunggulan yang tepat)
-           Differensiasi (mengkomunikasikan posisi yang dipilih membandingkan produk kita dengan produk pesaing)
Syarat-syarat positioning yang baik :
-           Menguntungkan kita
-           Penting bagi konsumen => dari keunggulan produk konsumen mengaggap produk itu penting.
-           Dapat dikomunikasikan=> perusahaan mampu mengkomunikasikan keunggulan produk kepada konsumen.
-           Tidak mudah ditiru
Positioning => dari segi perusahaan => eksis profit => maks. Kebutuhan (need) dan keinginan (want)
Marketing mix => keunggulan produk
Produk ><  kebutuhan pencitraan : Produk, place, price, dan promotion
Mengapa perlu positioning karena yang dijual produk yang sama juga banyak. Bukan hanya pesaing tetapi juga lingkungan. Contohnya : Sekolah Al-azhar di keb. Baru pindah ke perumahan. Labschool letaknya jauh.
Kegiatan positioning juga memiliki beberapa kesalahan dalam melakukan positioning yaitu:
Ø  Confused positioning =>hal ini berkaitan dengan perusahaan yang memiliki produk dengan citra yang membingungkan.
Ø  Under positioniing => tidak terlalu mempromosikan atau menjelaskan detail keunggulan suatu produk  karena dengan memperlihatkan produk konsep agar masyarakat hanya tahu keunggulan produk.
Ø  Over positioning =>terlalu luas dalam pemasaran keunggulannya, terlalu berlebihan sehingga konsumen kurang mengetahui keunggulan sesungguhnya produk itu. Contoh sekolah alam terlalu luas dalam pemasarannya sehingga keunggulan yang dimiliki diragukan .
Ø  Re-positioning => penempatan suatu keunggulan produk yang baru yang didasarkan kepada pesaing apakah karena kemampuan kita lebih tinggi atau lebih rendah dari pesaing.
Ø  De- positioning => jawaban saat suatu perusahaan melakukan over positioning yaitu dengan melihat diri kita sendiri kemampuan perusahaan kita dimana.
Tujuan dilakukan positioning ini adalah untuk membedakan persepsi perusahaan berikut produk dan jasanya dari pesaing, untuk menciptakan sebuah disferensiasi dalam benak pelanggan yang membedakan layanan-layanan kompetitif lain dan untuk menunjukkan produk yang kita buat dari produk satu ke yang lain agar lebih unggul.Positioning dalam produk barang mengkomunikasikan atribut dari barang tersebut. Positioning merupakan konsep psikologis yang terkait dengan bagaimana konsumen yang ada ataupun calon konsumen dapat menerima perusahaan tersebut dan produknya dibanding dengan perusahaan lain. Latar belakang pemikiran positioning adalah untuk menciptakan citra (image) yang diharapkan, maksudnya adalah langsung terkait dengan bagaimana konsumen yang berada di segmen pasar tertentu atau spesifik itu mempersepsikan jasa perusahaan.
Menetapkan strategi positioning : menganalisis kekuatan, menentukan kebutuhan pasar sasaran, dan menganalisis kompetisi. Menurut Kotler ada tiga langkah dalam melakukan positioning : 1. Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan dengan pesaing. 2. Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat/menonjol. 3. Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.
Tidak semua keunggulan merupakan indikator yang bisa ditampilkan ke pasar, tetapi harus di seleksi. Menurut Kotler, sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria : penting, berbeda, unggul dibanding pesaing, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru, terjangkau, dan menguntungkan.
Bahasan berikut ini menekankan postioning pada perubahan struktur pada tingkatkan organisasi.
Karakteristik proses
Proses secara operasional dan teknis meliputi beberapa konsep :
1.      Setiap proses menyediakan cara untuk memecah proses-proses tersebut menjadi beberapa langkah yang logis dan tersusun untuk mempermudah pengendalian dan analisisnya.
2.      Adanya akomodasi dari berbagai variabel proses yang mana hasilnya akan berbeda mengingat dampak dari penilaian, kesempatan atau pilihan dari sebuah urutan proses.
3.      Setiap sistem memasukkan konsep penyimpanan atau standar toleransi.
Proses dalam pemasaran dapat berupa :
ð  Standarisasi. Proses ini tidak ada banyak variasi atau banyak ragam.
ð  Kustomisasi. Menyesuaikan kebutuhan proses terhadap keinginan pengadapsian konsumen.


Diferensiasi kompetitif jasa
Positioning sangat tergantung kepada kemampuan sebuah perusahaan dengan secara efektif membedakan dirinya sendiri dari para pesaingnya dengan memberikan nilai yang disampaikan yang superior kepada pelanggan.
Level positioning
Kita dapat membicarakan positioning pada beberapa level :
Ø  Positioning industri- positioning industri jasa secara keseluruhan.
Ø  Positioning organisasional- positioning organisasi secara keseluruhan.
Ø  Positioning sektor produk- positioning suatu rentang atau keluarga produk dan jasa terkait yang ditawarkan oleh organisasi.
Ø  Positioning produk atau jasa individual- positioning produk-produk spesifik.
Proses positioning
Positioning produk melibatkan sejumlah langkah-langkah berikut :
1.      Menentukan level positioning
2.      Identifikasi atribut-atribut kunci yang penting bagi segmen-segmen terpilih
3.      Lokasi atribut-atribut pada peta positioning
4.      Mengevaluasi pilihan-pilihan positioning
5.      Melaksanakan positioning

Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...