Minggu, 28 April 2013

Penelitian Nama Teman FB


Tugas tambahan manajemen pemasaran jasa pendidikan
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
 
Dalam tugas ini saya melakukan penelitian terhadap identitas nama teman-teman saya di facebook. Melihat kecanggihan facebook yang bisa membagi teman-teman. Di dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kategori penilaian yaitu: teman yang menggunakan nama aslinya dan teman yang tidak menggunakan nama aslinya. Jumlah teman saya saat ini di facebook berjumlah kurang lebih 173 orang. Hasil penelitiannya sebagai berikut:
Jumlah teman yang menggunakan nama aslinya berkisar berjumlah 146 orang. Jika di presentasikan dapat dihitung sebagai berikut:
146 X 100% = 84,39%
173
Sedangkan teman yang tidak menggunakan nama aslinya berkisar berjumlah sebanyak 27 orang. Jika di presentasikan dapat dihitung sebagai berikut:
27 x 100 %= 15,60%
173
Hasil kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian saya yang singkat ini, terdapat sebanyak 27 orang yang tidak menggunakan nama aslinya. Hal tersebut menurut konsep manajemen pemasaran dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah nama tersebut tidak terkesan istimewah.

Selasa, 23 April 2013

Laporan 8 Tentang Distribusi, Franchaise, dan Multilevel Marketing Jasa Pendidikan


Laporan 8 Manajemen Pemasaran Jasa

Nama : Ria Winda Wulandari

Mp Non Reg 2011 (1445115205)

Tentang Distribusi, Franchaise, dan Multilevel Marketing Jasa Pendidikan


 

 

 

Pertemuan kesembilan ini terjadi pada hari senin tanggal 22 April 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok tujuh yang terdiri dari yola, leni indriyani dan riski nuria yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Distribusi, Franchaise, dan Multilevel Marketing Jasa Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul 13.50.

Sebelum memasuki materi kita harus lebih dahulu tahu apa pengertian dari distribusi itu sendiri yaitu kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi / proses yang menunjukkan penyaluran barang dari produsen sampai ketangan masyarakat konsumen. Produsen artinya orang yang melakukan kegiatan produksi. Konsumen artinya orang yang menggunakan atau memakai barang/jasa dan orang yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.

Menurut Michel J.Etzel : Saluran distribusi terdiri dari serangkaian lembaga yang melakukan semua kegiatan yang digunakan untuk menyalurkan produk dan status pemilikannya dari produsen ke konsumen akhir atau pemakai bisnis.

Pihak-pihak perusahaan => penyalur => agen => retail => konsumen

·         Fungsi umum => memindahkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

·         Fungsi khusus => informasi, promosi, kontak, penyesuaian, negoisasi & peran-peran lainnya.

Mengembangkan taktik distribusi:    -    Memotivasi anggota saluran

-          Evaluasi anggota saluran

Keputusan rancangan saluran & identifikasi pelayanan yang dibutuhkan: menentukan tujuan distribusi, evaluasi faktor lingkungan, dan memilih strategi distribusi.

 

Memilih Distribusi, Prosedur menentukan saluran distribusi kepada umumnya sebagai berikut ( Suhardi Sigit) ;

1.      Melakukan analisi

2.      Menentukan sifat produk dan luasya pasar

3.      Meninjau saluran distribusi yang sudah ada

4.      Menilai setiap masing-masing saluran

5.      Melakukan market survey

 

Franchise (waralaba) adalah suatu sistem pendistribusian barang/jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberi hak kepada individu/ perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek dagang, nama, sistem, prosedur, dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. Yang memiliki gudang. Ada dua tipe utama franchising yaitu: product and trademark franchising & business format franchising.

Ø  Karakteristik dasar franchising:

1)      Perwaralaba memiliki tradename, trade/service mark, patent, trade secret, dan know-how.

2)      Terwaralaba diijinkan untuk menggunakan hak-hak yang disebut diatas.

3)      Operasi usaha waralaba dibawah pengarahan waralaba.

4)      Terwaralaba akan membayar royalti, dan suatu initial fee.

Ø  Jenis-jenis waralaba:

- Waralaba luar negeri

- Waralaba dalam negeri

1. Waralaba format bisnis

2. Waralaba produk dan merk dagang

 

Kewajiban Franchise :

Ø  Membayar Franchise fee

Ø  Franchise ini rata-rata dibayarkan sebesar 80% dari total yang telah disepakati.

Ø  Membayar Royalty fee

Ø  Besarnya royalty fee berbada-beda pada tiap franchise ada yang di berikan mingguan, bulanan.

Ø  Menjaga image merk

 

Multi Level Marketing (MLM) merupakan suatu metode menjual barang / jasa secara  langsung (direct selling) kepada konsumen melalui jaringan yang dikembangkan  oleh distributor yang memperkenalkan distributor berikutnya, di mana keuntungan  dibagi atas jaringan di bawahnya/ suatu metode bisa alternatif yang berhubungan dengan pemasaran & distribusi yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level.

MLM sistem member : biasa dan dengan cara membeli produk

Ciri Multi Level Marketing yang baik:

1.      Uang pendaftaran tidak terlalu mahal

2.      Ada pelatihan yang benar

3.      Perusahaan yang jelas

4.      Bussiness plan

·         Komisi berkaitan dengan omset

·         Bonus hadiah untuk hal tertentu

·         Cara pembinaan dalam Multi Level Marketing: terus berhubungan, berikan perhatian, dan reward dan cara memotivasi => memberikan motivasi 

 

Patokan penentuan kualitas:

Ø  Ada produk yang dijual

Ø  Produknya berkualitas

Ø  Harga produk wajar

 

Tugas menjalankan Multi Level Marketing:

v  Menjual => Produk, harga, kesepakatan, pembayaran, dan sah menurut hukum.

v  Metode mengajak => Pengenalan produk dan peluang bisnis

v  Membangun organisasi

Persyaratan- persyaratan dalam Multi Level Marketing:

1)      Produk yang ditawarkan bersifat eksklusif

2)      Kebal terhadap fluktuasi ekonomi

3)      Mempunyai diferensiasi yang mencolok

4)      Komitmen

Multi Level Marketing ada dua:

a.       Langsung.

b.      Tidak langsung : pedagang besar misalnya farmasi, retailer(pengecer).

Menggunakan saluran : alasan ; fokus; produksinya banyak; pelanggannya banyak; prestise; coverge.

Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...

 

Minggu, 21 April 2013

Tugas Analisis nama personal dalam bidang jasa pendidikan



Tugas analisis nama personal dibidang bisnis jasa pendidikan untuk merek (Brand)

Ria winda wulandari, nama depan saya ria . Saya ambil sebagai nama merek suatu lembaga pendidikan non formal dalam bidang pendidikan komputer, yaitu Ria Computer Technology Courses. Pengguna nama depan saya ini pada lembaga tersebut, selain untuk memperkenalkan bahwa pemilik lembaga pendidikan tersebut adalah seorang ria, dan juga sebagai salah satu strategi pembelajaran pendidikan yang dilakukan dilembaga ini, yaitu belajar Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Ilmu  Komputer dengan metode yang menyenangkan, tidak membosankan, strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran dan strategi pengelolaan pembelajaran. Karena dengan nama ria  sendiri berarti riang gembira, ceria dan sukacita.

Sabtu, 20 April 2013

manajemen pemasaran laporan 7 tentang Merk Dagang dan Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan



Laporan 7 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Merk Dagang dan Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan
Pertemuan kedelapan ini terjadi pada hari senin tanggal 15 April 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok enam yang terdiri dari dicki, panji, hery, dan wisnu yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Merk Dagang dan Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul 13.50.
Pertama-tama sebelum memasuki materi merk dagang dan konsep nilai dalam pemasaranjasa pendidikan kita harus terlebih dahulu memahami pengertian merek (brand) adalah dalam mengembangkan strategi pemasaran untuk produk individu, penjual menghadapi masalah pemberian merek. Merek dapat menambah nilai produk dan karena itu merupakan aspek intrinsik dalam strategi produk. Dan merek juga adalah nama, istilah simbol, atau desain khusus, atau beberapa kombinasi unsur-unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan penjual. Merk membedakan produk atau jasa sebuah perusahaan dari produk saingannya. Nama merk terdiri dari huruf-huruf, kata-kata dan /atau angka-angka yang terbaca. Tanda merk (brand  mark) merupakan dari merek yang muncul dalam bentuk simbol, desain, atau warna dan huruf yang khas berbeda. Tanda merk hanya dilihat mata tetapi tidak ikut dibaca bila konsumen menyebut merk suatu produk. Jadi merk dagang pada dasar nya merupakan istilah hukum. Beberapa orang secara salah mnginterpretasikan bahwa merek dagang hanyalah bagian yang bergambar dari merek. Pentingnya merek yaitu untuk mempermudah konsumen mengidentifikasikan produk atau jasa. Mereka juga bisa membuat pembeli yakin akan memperoleh kualitas barang yang sama jika mereka membeli ulang. Bagi penjual, merk merupakan sesuatu yang bisa diiklankan dan akan dikenali konsumen bila sedang diragakan dietalase toko. Merek juga menolong penjual mengendalikan pasar mereka karena pembeli tidak mau dibingungkan oleh produk yang satu dengan produk yang lainnya. Tentu saja pemberian nama merek atas suatu produk menjadi sangat penting dan mempunyai manfaat antara lain: a. Manfaat nama merek suatu produk bagi konsumen diantaranya: mempermudah konsumen meneliti produk atau jasa, membantu konsumen atau pembeli dalam memperoleh kualitas barang  yang sama, jika mereka membeli ulang serta dalam harga. b. Manfaat nama merek suatu produk bagi penjual diantaranya: nama merek memudahkan penjualan untuk mengolah pesanan-pesanan dan menekan permasalahan, merek juga akan membantu penjual mengawasi pasar mereka karena pembeli tidak akan menjadi bingung, merek memberi penjual peluang kesetujuan konsumen pada produk, merek juga dapat membantu penjual mengelompokkan pasar kedalam segmen-segmen, citra perusahaan dapat dibina dengan adanya merek yang baik, dan dengan merek akan melindungi penjualan dari pemalsuan ciri-ciri produk tersebut. Disamping manfaat, pemberian nama merek sebuah produk mempunyai beberapa fungsi, yaitu: fungsi identitas, fungsi kualitas, fungsi loyalitas, fungsi citra/image.  Banyak perusahaan tidak memberi merk bagi produk mereka karena mereka tidak bersedia memikul dua tanggung jawab yang harus dimiliki pemilik merk: Mempromosikan merk dan mempertahankan kualitas produk, kesukaran dalam membedakan produknya dengan produk pesaing lainnya, perusahaan yakin bahwa produknya berkualitas rendah, sehingga tidak mau mengambil resiko menggunakan merek. Sebuah merk yang baik harus mempunyai karakteristik dibawah ini: 1. Mengingatkan sesuatu tentang karakteristik produk, 2. Mudah dieja dibaca dan diingat, 3. Mempunyai ciri khas tersendiri, 4. Bisa diadaptasi oleh produk-produk baru yang mungkin ditambahkan dilini produk. 5. Singkat dan sederhana. 6. Merek harus dapat didaftarkan dan mempunyai perlindungan hukum. Dan memiliki strategi didalam merek, yaitu: strategi pabrikan dan strategi pialang. Semua merk bisa menjadi generik melalui beberapa jalan. Karena tidak ada nama generik yang sederhana masyarakat terus memakai nama merk sebagai nama generik. Hal ini terjadi pada nylon, cellophane, sharedded wheat. Beberapa strategi dapat dipakai untuk mencegah nama merk dipakai menjadi nama generik. Pertama memakai dua nama-nama merk dihubungkan dengan nama perusahaan (Eastman kodak), atau nama merk digabung dengan nama generik (Dacron polyester). Pilihan kedua mengumumkan ke masyarakat bahwa merk telah didaftarkan hak patennya. Kebijakan dan strategi merk strategi pabrik harus memutuskan apakah memakai merk mereka sendiri atau menjual produk dengan memakai merk para pialangnya.
Pemasaran produk dibawah merk sendiri. Perusahan yang memasarkan produk dengan memakai merk sendiri biasanya tergolong pabrik yang sangat besar, kuat posisi keuangannya, dan peraturan manajemennya. Kemungkinan hanya sedikit persentase perusahaan yang memakai kebijakan seperti ini dan jumlahnya makin lama makin berkurang.
Kemasan adalah secara tradisional maupun modern, hampir dipastikan sebuah produk diberi kemasan. Kemasan produk bersifat tradisional berbeda dengan kemasan produk bersifat modern. Dibawah ini perlu digunakan sebagai pedoman dalam memikirkan bentuk, warna, bahan, tulisan, dan manfaatnya, yaitu: a. Kemasan harus baik dalam arti memberikan pelindungan bagi isinya. b. Kemasan itu dapat diberi penjelan. c. Mempromosikan penjualan yang dikemas. d. Mempromosikan penjualan barang-barang lain yang dibuat oleh produsen yang sama. Disamping pedoman penentuan kemasan, juga perlu dilakukan penyusunan strategi mengenai kemasan. Strategi kemasan itu antara lain: mengubah kemasan, kemasan line produk, kemasan yang dipakai ulang, dan kemasan aneka ragam. Pentingnya kemasan dalam pemasaran: kemasan merupakan kegiatan yang berorientasi pada produksi dan diadakan khusus untuk memperoleh perlindungan dan kemudahan.
Label adalah bagian dari sebuah barang yang berupa keterangan (kata-kata)/ informasi tentang barang tersebut atau penjualnya. Label bisa merupakan bagian sebuah kemasan, atau merupakan etiket-lepas yang ditempelkan pada produk. Sewajarnya jika antara kemasan, label, dan merek terjalin satu hubungan yang erat sekali. Misalnya produk Caladine Lotion untuk mengatasi gatal karena alergi pada kulit. Di labelnya tercantum informasi produk Caladine Lotion tentang berat netto, komposisi bahan, cara pemakaian, cara penyimpanan, peringatan, nomor regiter produk, perusahaan Caledine Lotion, yaitu PT. Yuphrin Pharmaceuticals, Bogor, Indonesia. Tipe-tipe label antara lain sebagi berikut: label merek, label tingkatan kualitas, dan label deskriptif. Adapun fungsi label meliputi: mengidentifikasikan produk atau merek, menggolongkan produk, misal buah dalam kaleng golongan a,b,c., menjelaskan beberapa hal mengenai produk, dan sebagai alat promosi. Disampai itu pencantumkan label banyak dipengaruhi oleh penetapan harga per unit, masa kadaluwasa, dan pencantuman besarnya gizi.
Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...