Laporan
10 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Promosi Jasa Pendidikan
Pertemuan
kesebelas ini terjadi pada hari senin tanggal 6 Mei 2013 pertemuan ini bapak
Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd tidak menghadiri jadi dibuatlah kelompok kecil
terdiri dari 4 kelompok dengan disajikan tiap satu orang penyaji materi, dengan
presentasi dari kelompok sembilan yang terdiri dari Ayu, Rahmawati, Ria
zulfiah, Nurma yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Promosi Jasa
Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada
sekitar pukul 13.50.
Sebelum
memasuki materi kita harus dapat memahami apa itu promosi merupakan salah satu
variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh
perusahaan dalam memasarkan produk jasa. Kegiatan promosi bukan saja berfungsi
sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga
sebagaian alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian/penggunaan
jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Hal ini dilakukan dengan
menggunakan alat-alat promosi. Promosi adalah sesuatu yang dirancang untuk menaruh nama, keterampilan, dan
kegiatan perusahaan yang berpromosi itu ke hadapan klien yang sekarang ada dan
yang potensial.
Dan
promosi juga merupakan ujung tombak kegiatan bisnis suatu produk dalam rangka
menjangkau pasar sasaran dan menjual produk tersebut. Hampir dapat dipastikan
bahwa promosi dilakukan untuk produk baik berupa barang maupun jasa dan baik
bermerek maupun tidak bermerek ditempat-tempat tertentu, misalkan dipasar
tradisional atau kegiatan home industry seperti
produk kue atau roti. Promosi yang dilakukan sangat sederhana dan tidak
memerlukan banyak biaya yaitu dengan cara “gethok
tular” melalui saudara, teman, keluarga, penitipan ditoko-toko kecil, dan
diecerkan melalui pedagang-pedagang kecil yang berkeliling dari satu tempat
ketempat lain. Cara promosi yang dilakukan seperti yang diatas ini, pada
kenyataannya membuahkan hasil yaitu informasi promosi tanpa iklan, artinya
bahwa tanpa media periklanan yang modern seperti di televisi, media massa,
majalah, internet, radio, pameran produk, kegiatan sosial, surat kabar, papan
reklame, direct mail, kegiatan perlombaan, spanduk, brosur,seminar, penyuluhan,
sampel produk, dan sebagainya, industri rumah tangga dapat eksis dan bertahan,
bahkan menjadi besar serta tidak kalah bersaing mengenai keuntungan secara
relatif yang diperoleh dibanding dengan keuntungan perusahaan besar. Dengan ini
sangat efektif dan efisien.
Pengertian
promosi menurut Indriyo Gitosudarmo promosi adalah merupakan kegiatan yang
ditunjukan untuk memengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan
produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka
menjadi senang lalu membeli produk tersebut. Adapun alat-alat yang dapat
dipergunakan untuk mempromosikan suatu produk dapat dipilih beberapa cara,
yaitu iklan, promosi penjualan, publisitas, personal selling, informasi dari
mulut ke mulut (word of mouth), direct marketing yang disebut bauran promosi.
Advertising
(periklanan) merupakan salah satu bentuk dari komunikasi impersonal yang
digunakan oleh perusahaan baik barang/jasa. Peranan periklanan dalam pemasaran
jasa adalah untuk membangun kesadaran terhadap keberadaan jasa yang ditawarkan,
untuk menambah pengetahuan konsumen tentang jasa yang ditawarkan, untuk
membujuk calon customer untuk membeli atau menggunakan jasa tersebut, dan untuk
membedakan diri perusahaan satu dengan perusahaan lain yang mendukung
positioning jasa.
Adapun
kegiatan promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara yang disebut bauran
promosi, adalah unsur dalam bauran pemasaran perusahaan yang didayagunakan untuk
iklan yang bersifat memberitahukan informasi, iklan pemantapan, iklan
membujuk,dan iklan pengingat tentang produk perusahaan.
Pada
dasarnya tujuan periklanan adalah komunikasi yang efektif dalam rangka mengubah
sikap dan perilaku konsumen. Pada bisnis jasa perhotelan misalnya, sasaran
periklanan adalah memperkenalkan produk baru hotel, menarik kelompok pelanggan
baru, membangun ataupun memperbaiki citra hotel dan menjelaskan keadaan hotel
secara umum.
Personal
selling mempunyai peranan yang penting dalam pemasaran jasa, karena:
·
Interaksi secara personal antara
penyedia jasa dan konsumen sangat penting.
·
Jasa tersebut disediakan oleh orang
bukan mesin.
·
Orang merupakan bagian dari produk jasa.
Sifat personal selling dapat dikatakan
lebih luwes karena tenaga penjual dapat secara langsung menyesuaikan penawaran
penjualan dengan kebutuhan dan perilaku masing-masing calon pembeli. Bila
dibandingkan dengan media periklanan, maka pesan yang disampaikan melalui media
ini ditunjukan kepada orang-orang yang sebenarnya bukan prospek (calon
pembeli/pengguna), sebaliknya melalui personal selling, perusahaan sudah
berhadapan dengan calon pembeli potensial.
Sales
promotion adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan arus barang
atau jasa dari produsen sampai pada penjualan akhirnya. Point of sales
promotion terdiri dari brosur, information sheets, dan lain-lain. Sales
promotion dapat diberikan kepada: customer, intermediaries, dan sales force.
Public
relatin merupakan kiat pemasaran penting lainnya, dimana perusahaan tidak harus
berhubungan dengan pelanggan, pemasok, dan penyalur, tetapi ia juga harus
berhubungan dengan kumpulan kepentingan publik yang lebih besar.
Public
relation sangat peduli terhadap beberapa tugas pemasaran yaitu antara lain:
1. Membangun
image(citra)
2. Mendukung
aktivitas komunikasi lainnya
3. Mengatasi
permasalahan dan isu yang ada
4. Memperkuat
positioning perusahaan
5. Mempengaruhi
publik yang spesifik
6. Mengadakan
launching untuk produk/jasa baru
Program
public relation antara lain adalah: publikasi, events, hubungan dengan
investor, exhibitions/pameran, dan mensponsori beberapa acara.
Word
of mouth: dalam hal ini peranan orang sangat penting dalam mempromosikan jasa.
Costomer sangat dekat dengan pengiriman jasa, dengan kata lain customer
tersebut akan berbicara kepada pelanggan lain yang berpotensial tentang
pengalamannya dalam menerima jasa tersebut, sehingga word of mouth ini sangat
besar pengaruhnya dan dampaknya terhadap pemasaran jasa dibandingkan dengan
aktivitas komunikasi lainnya.
Direct
marketing merupakan elemen terakhir dalam bauran komunikasi/promosi. Terdapat
enam area dari direct marketing, yaitu: direct mail, mail order, direct
response, direct selling, telemarketing, dan digital marketing.
Langkah-langkah
pengembangan komunikasi/promosi yang efektif maka diperlukan suatu program
dengan sekitar delapan langkah (Kotler,1995), yaitu:
1. Mengidentifikasi
target audience
2. Menentukan
tujuan komunikasi
3. Merancang
pesan
4. Menyeleksi
saluran komunikasi
5. Menetapkan
jumlah anggaran promosi
6. Menentukan
bauran promosi
7. Mengukur
hasil-hasil promosi
8. Mengelola
dan mmengkoordinasi proses komunikasi
Dalam
memasarkan suatu produk dengan menggunakan keempat kombinasi bauran promosi
diatas, tentu saja tidak semudah pembahasan secara teoretis. Banyak persyaratan
dan kendala kompleks yang dihadapi para pengusaha atau produsen. Dengan
persyaratan dan kendaala yang kompleks itu menjadikan pemilihan strategi
promosi juga berbeda-beda berdasarkan kondisi yang dihadapi saat itu dan banyak
faktor yang mempengaruhi penerapan bauran promosi. Faktor-faktor yang
mempengaruhi bauran promosi menurut (Michael J. Etzel, 1994):
1. Sifat
pasar
Faktor
yang mempengaruhi bauran promosi bersifat pasaran meliputi tiga variabel, yaitu
luasnya geografi pasar, tipe pelanggan, dan konsentrasi pasar.
2. Sifat
produk
Jika
berkaitan dengan sifat produk, seorang manajer pemasaran harus cermat dan tepat
dalam menentukan pasar sasaran sebelum menentukan jenis bauran promosinya.
Misalkan produk komputer, pasar sasarannya adalah para pelajar, mahasiswa,
perkantoran, dan orang yang mempunyai aktivitas tinggi dalam kaitannya bidang
iptek. Produk kecantikan, pasar sasarannya adalah para wanita yang cenderung
ingin tampil maksimal.
Adapun
faktor yang mempengaruhi bauran promosi bersifat produk ada tiga variabel
penting yaitu nilai unit barang, tingkat kebutuhan barang bagi konsumen, dan
presale and postsale servise.
3. Daur
hidup produk
Strategi
suatu produk akan dipengaruhi oleh tahap dasar hidup produk. Pada tahan
perkenalan produsen harus menstimulasi permintaan primer. Di samping itu
perantara harus diyakinkan dengan berbagai cara, sehingga ia benar-benar
bertanggung jawab dalam membantu pemasarannya. Karena denga periklanan
diyakinkan konsumen, selanjutnya dengan personal selling. Promosi harus
dilaksanakan secara intensif melalui bentuk promotion mix lainnya.
4. Dana
yang tersedia
Dana
yang tersedia merupakan faktor yang menentukan, karena program periklanan tidak
akan berhasil baik jika dana sangat terbatas. Perusahaan-perusahaan kecil yang
mempunyai dana terbatas, biasanya lebih menyukai cara personal selling, pameran
dalam ruangan tokonya atau bekerja dengan sesama perusahaan. Dalam
mengkampanyekan bauran promosi, temanya harus diperhatikan, dimana tema adalah
imbauan promosi yang diberi bentuk khusus dan menarik perhatian.
Pendekatan menentukan strategi
promosi
Oleh karena
telah ditunjukkan bahwa tidak ada satu campuran tunggal pun dari metode promosi
yang cocok untuk seluruh produk bahkan untuk merek yang berlainan dari produk
yang sama, maka bagaimanakah sebaiknya eksekutif perusahaan itu melaksanakan
seleksi dan kombinasi dari unsur-unsur penjualannya? Pendekatan yang paling memberikan
harapan adalah meliputi tiga langkah (Warshaw,1987) yaitu:
1) Bermanfaat
untuk menilai kesepakatan memanfaatkan iklan kewiraniagaan dan unsur-unsur
lainnya untuk mendapatkan pesanan, dilihat dari pertimbangan-pertimbangan pokok
tertentu yang telah diketahui, berdasarkan pengalaman, untuk memengaruhi
keberhasilan pelaksanaannya.
2) Menyangkut
penggunaan latar belakang ini untuk menentukan total dana promosi dan untuk
menyusun alokasi yang optimum di antara metode-metode promosi yang digunakan
3) Jika
mungkin hendaklah dicek keputusan-keputusan yang telah di ambil dengan proses
analitis ini, melalui penggunaan riset yang didesain untuk mengukur efektivitas
dari metode-metode promosi yang di pilih dan juga kombinasi-kombinasi
alternatif dari unsur-unsur promosi.
Promosi
konsumen: klarifikasi keempat dari unsur peraih pesanan meliputi berbagai tipe
promosi konsumen jangka pendek yang bertujuan untuk merangsang tanggapan
pembeli yang cepat antara lain adalah perlombaan, pemberian hadiah, kombinasi
penawaran, kupon dan potongan harga untuk konsumen. Oleh karena alat-alat ini
memakai rangsangan tindakan langsung yang kuat untuk memaksakan tindakan
pembelian yang segera, maka ia juga diberi istilah forcing methods. Daya tarik
pokoknya adalah hasrat untuk tawar-menawar atau untuk mendapatkan sesuatu
secara Cuma’’ . yang erat kaitannya dengan ini adalah berbagai tipe promosi
perdagangan seperti barang-barang gratis, upah dan potongan-potongan khusus
yang bertujuan untuk mempengaruhi kerjasama penjualan lagi.
Promosi
konsumen ini bertujuan untuk mendapatkan tempat yang cepat ditempat pembelian,
barangkali bersama dengan satu atau lebih sasaran yang mendasarinya.
Tujuan-tujuan
khusus yang lazim dikemukakan meliputi hal-hal berikut (Rewoldt, 1987):
-
Mengusahakan agar calon pembeli mencoba
suatu produk barang.
-
Meminta perhatian akan
perbaikan-perbaikan terhadap produk lama.
-
Menghentikan kerugian dari para
langganan lama yang disebabkan oleh pesaingan yang keras.
-
Mendorong pameran dan promosi yang aktif
di tempat pembelian.
-
Membantu dan merangsang kekuatan
penjualan perusahaan.
Pemakaian
promosi konsumen sangat kontroversial. Promosi konsumen itu merupakan suatu
cara yang berguna untuk merangsang contoh yang dipaksakan dari suatu produk
barang baru atau untuk menarik perhatian dalam suatu kampanye iklan melalui
perubahan langkah yang diadakan dengan suatu promosi konsumen itu sebagai suatu
tindakan pertahanan untuk menangkis
pengaruh dari promosi konsumen para pesaing. Adapun tindakan pembeli yang cepat
dapat diharapkan:
1. Dimana
dapat dibuat daya tarik yang kuat dan dinamis terhadap motif pembelian
konsumen.
2. Jika
harga produk itu rendah dan potensi pasar relatif besar.
3. Jika
promosi tampil pada waktu kebutuhan konsumen akan produk umum berada pada titik
tertinggi.
4. Jika
produk itu dibeli seringkali.
Jika
kondisi ini terpenuhi, maka tidak begitu perlu memakai promosi konsumen untuk
mendorong tanggapan yang segera. Akan tetapi jika kondisi-kondisi ini tidak
terdapat, maka pengguna promosi konsumen mungkin tepat untuk dipertimbangkan.
Hubungan
antara tujuan komunikasi dengan hasil penjualan:
Yang
sangat menarik bagi kita adalah cara tujuan-tujuan ini diidentifikasi dengan
mengikuti pendekatan ideal incremental. Ide dasarnya adalah menyadari bahwa
iklan itu menciptakan penjualan dengan membuat kesan-kesan sadar terhadap
pikiran daripada calon pembeli. Jadi sasaran pengiklanan adalah membeli
sejumlah optimum kesan-kesan sadar tersebut dengan dananya. Diakui bahwa
efektifitas sebuah iklan yang dipasang beberapa kali dalam suatu media adalah
hasil dari serangkaian seringan yang kira-kira.
Sasaran
Promosi Jasa:
•
Membangkitkan kesadaran
•
Menunjukkan perbedaan
•
Mengkomunikasikan manfaat
•
Membangun citra yang baik
•
Membujuk pelanggan
•
Menghilangkan konsepsi keliru
•
Memberitahu sumber daya baru
Aspek
yang Mempengaruhi Marketing Jasa Pendidikan:
•
Dosen atau guru
•
Perpustakaan
•
Teknologi Pendidikan
•
Kegiatan olahraga, kegiatan marching band dan
tim-tim kesenian
•
Advertising dan Publicity
•
Alumni
Tidak ada komentar:
Posting Komentar