Laporan
11 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Kualitas Jasa Pendidikan
Pertemuan
keduabelas ini terjadi pada hari senin tanggal 13 Mei 2013 pertemuan ini
bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari
kelompok sepuluh yang terdiri dari Kiki, Astri, Adjeng, dan Lensi yang
mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Kualitas Jasa Pendidikan yang
berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul
13.50.
Sebelum
memasuki materi kita harus dapat memahami apa itu kualitas tanggapan konsumen
terhadap jasa yang dikonsumsi atau yang dirasakan. Kualitas adalah keseluruhan
ciri-ciri dan karakteristik-karakteristik dari suatu produk/jasa dalam hal
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan atau
bersifat laten. Menurut Wyckof adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan
pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi keinginan
penilaian konsumen terhadap kualitas jasa pelanggan. Nilai yang diberikan
pelanggan, sangat kuat didasari oleh faktor kualitas jasa. Dimana kualitas
suatu produk/jasa adalah sejauh mana produk/jasa memenuhi
spesifikasi-spesifikasinya.
-
Moment of trush
-
Persepsi konsumen
-
Experience quality
-
Credance quality
Konsep
kualitas sendiri pada dasarnya bersifat relatif, yaitu tergantung dari
perspektif yang digunakan untuk menentukan ciri-ciri dan spesifikasi. Pada
dasarnya terdapat tiga orientasi kualitas yang seharusnya konsisten satu sama
lain:1. Persepsi konsumen, 2. Produk/jasa, dan 3. Proses. Untuk yang berwujud
barang, ketiga orientasi ini hampir selalu dapat dibedakan dengan jelas, tetapi
tidak untuk jasa. Untuk jasa, produk dan proses mungkin tidak dapat dibedakan
dengan jelas, bahkan produknya adalah proses itu sendiri. Konsistensi kualitas
suatu jasa untuk ketiga orientasi tersebut dapat menyumbang pada keberhasilan suatu
perusahaan ditinjau dari kepuasan pelanggan, kepuasan karyawan, dan
profitabilitas organisasi.
Menurut
Joseph Juran dalam buku Quality Control Handbook, kualitas dapat diartikan
sebagai biaya yang dapat dihindari (avoidable) dan yang tidak dapat dihindari
(unavoidable). Yang termasuk dalam biaya yang dapat dihindari misalnya adalah
biaya akibat kegagalan produk, biaya yang dikeluarkan untuk jam kerja buruh
akibat adanya pekerjaan ulang yang harus dilaksanakan, biaya perbaikan produk,
biaya yang dikeluarkan untuk suatu proses karena adanya keluhan pelanggan.
Selain itu yang termasuk biaya yang tidak dapat dihindari adalah seperti biaya
inspeksi operasional produk, proses pengambilan contoh, proses penyortiran, dan
kegiatan pengawasan kualitas lainnya.
Selain
dari segi biaya, menurut Sviokla, kualitas memiliki delapan dimensi pengukuran
yang terdiri dari aspek-aspek berikut:
1. Kinerja(performance)
2. Keragaman
produk (Features)
3. Keandalan
(Reliability)
4. Kesesuaian
(Conformance)
5. Daya
tahan/Ketahanan (Durability)
6. Kemampuan
pelayanan (Serviceability)
7. Estetika
(Aesthetics)
8. Kualitas
yang dipersepsikan (Perceived qualiy)
Syarat-syarat
kualitas jasa: komprehensif (karakteristik), universal (bersifat umum &
valid), bebas, limited (jumlah dimensi sebaiknya dibatasi).
Dimensi
kualitas jasa: Reliability (kehandalan) kemampuan untuk memberikan pelayanan,
responsi-veness (daya tanggap), assurance (jaminan pada pelangan), empathy
(kontak personal, perhatian, hubungan baik), tangibles (bukti langsung dan
produk-produk fisik).
Model
untuk mengukur kualitas jasa:
1. Parasuraman’s
Gap model: terdiri 5 Gab
-
Gap antara harapan konsumen dan persepsi
manajemen
-
Gap antara persepsi manajemen terhadap
harapan konsumen dan spesifasi kualitas jasa
-
Gap antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian
jasa
-
Gap antara penyampaian jasa dan komunikasi
eksternal
-
Gap antara jasa yang dirasakan yang
diharapkan
2. Gronroos’s
perceived sevice quality model
Menekankan
pada pentingnya penilaian konsumen terhadap jasa sebagai hasil perbandingan antara harapan dan kinerja/pengalamanya dalam menggunakan/memakai jasa.
Kriterianya:
-
Profesionalisme dan keterampilan
-
Sikap dan perilaku
-
Aksesibilitas dan fleksibilitas
-
Keandalan dan kepercayaan
-
Pemulihan
-
Reputasi dan kredibilitas
3. Service
profit chain model
(Model
heskett):
1. Kualitas
internal
2. Kepuasan
karyawan
3. Produktivitas
4. Kepuasan
karyawan
5. Produktivitas
kerja
6. Cost
labor turn over
4. Customer
perceived service
Kerangka
kerja kualitas jasa:
1. Traditional Demand
Analysis and Quality Control Measurements
(analisis internal pesepsi)
2. Internal Analysis of
Employee Percention of Desired Quality and Performance (kualitas diterapkan secara spesifik)
3. Management Perception of
Desired Service Quality/Decisions on Quality Specifications
4. Internal Marketing (pemasaran internal)
5. Internal Marketing of
Quality Specification (harus bersifat
& memiliki mutu yang baik)
6. Employee Percention of
Desired Service Quality/willingness and Ability to Perform According Quality
Specifications
7. Interpretation of
Expected Quality/Demand Analysis and Quality Control on the spot
8. Evaluation Perceived Service Quality (evaluasi)
9. Experience Quality (kualitas eksekusi)
10. Execution Quality
Kualitas
total suatu jasa terdiri atas 3 komponen utama;
- Technical Quality
- Functional Quality
- Corporate Image
Secara
garis besar, ada 4 unsur pokok dalam kosep kualitas: kecepatan, ketepatan,
keramahan, kenyamanan.
Pelayanan
yang Unggul (Service Excellence). Tiga kunci dalam memberikan pelayanan
pelanggan yang unggul;
- Kemampuan memahami kebutuhan dan
keinginan pelanggan
- Pengembagan database yang lebih
akurat daripada pesaing
- Pemanfaatan informasi yang diperoleh
dari riset pasar dalam suatu kerangka strategis
Harapan
pelanggan terbagi menjadi empat yaitu: pelayanan sama tidak berbeda, jasa asuransi,
mempengaruhi kinerja jasa/situasi, berkomunikasi.
Impak
Kualitas Jasa:
•
Pertemuan Jasa
•
Desain Jasa
•
Produktivitas Jasa
•
Budaya dan Organisasi Jasa
Prinsip
Kualitas Jasa:
•
Kepemimpinan
•
Pendidikan
•
Perencanaan
•
Review
•
Komunikasi
•
Penghargaan dan Pengakuan
Model
Kesenjangan ( Parasuranman et al.1994):
•
Kesenjangan antara harapan konsumen dan
persepsi manajemen
•
Kesenjangan antara persepsi manajemen dan
spesifikasi kualitas jasa
•
Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa
dan penyampaian jasa
•
Kesenjangan antara penyampaian jasa dan
komunikasi eksternal
•
Kesenjangan antara jasa yang dialami dan
jasa yang diharapkan
Faktor-faktor
Penyebab Kualitas Jasa yang Buruk:
- Produksi dan konsumsi terjadi secara
simultan
- Intensitas tenaga kerja yang tinggi
- Dukungan pada pelanggan internal kurang
memadai
- Kesenjangan komunikasi
- Melayani semua pelanggan dengan cara
yang sama
- Perluasan atau pengembangan jasa secara
berlebihan
- Visi bisnis jangka pendek
Strategi
Meningkatkan Kualitas Jasa:
- Mengidentifikasi determinan utama
kualitas jasa
- Mengelola harapan
- Menelola bukti kualitas jasa
- Mendidik konsumen
- Mengembangkan budaya kualitas
- Menciptakan automating quality
- Menindaklanjuti jasa
- Mengembangkan sistem informasi kualitas
jasa
v Biaya kualitas jasa merupakan biaya yang terjadi atau
mungkin akan terjadi sebagai akibat kualitas jasa yang buruk. Secara garis
besar, biaya kualitas jasa terdiri atas dua kelompok, yaitu :
a) Biaya akibat kualitas jasa yang buruk. Meliputi : Biaya kegagalan internal dan biaya
kegagalan ekternal
b) Biaya mempertahankan kualitas yang baik, meliputi :
biaya penilaian, biaya pencegahan, dan biaya pemulihan)
Pengukuran
kualitas jasa: Pada saat
membeli barang, konsumen dapat menggunakan banyak tangible cues untuk
menilai kualitas, misalnya warna, model(style), label, kemasan, dll.
Sedangkan dalam pembelian jasa, tangible
cues yang tersedia relatif terbatas, bahkan sering hanya berupa fasilitas
fisik, peralatan dan personal yang dimiliki penyedia jasa. Hal ini merupakan
salah satu faktor yang menyebabkan
penilaian kualitas yang lebih kompleks dan sulit daripada barang.
TQS
adalah konsep perbaikan terus menerus dan berkesinambungana (continuous
improvement) sehingga organisasi atau perusahaan selalu menyiapkan lingkungan
yang kondusif dalam mewujudkannya.
Ada 12 jenis: Komitmen manajemen puncak & kepemimpinan visioner, Manajemen sumber daya manusia, Sistem teknik, Sistem informasi & sistem analisis, Benchmarking, Perbaikan terus-menerus dan berkesinambungan, Fokus pada pelanggan, Kepuasan karyawan, Intervensi serikat kerja, Tanggungjawab social, Servicescapes, Budaya pelayanan.
Konsep Kualitas Pelayanan ( Servqual )
menurut Chase & Tansik
(1983):
Jasa murni, Jasa campuran, dan Jasa semi manufaktur.
v Produktivitas jasa
Ø Kuantitas
•
output : volume, pelayanan
•
Input : karyawan, bahan baku, modal
Ø Kualitas
•
Output : kualitas persepsi pelanggan
•
Input : elemen yang nampak dan yg tidak nampak
Sallis:
1. Kualitas absolut(custumer behavour)
kualitas satu-satunya.
2.
kualitas relatif (mengacu pada standar,standar=> standarnya bisa
berubah-rubah, kepuasan pelanggan=> melihat
dari kebiasaan pelanggan).
Sekian
dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar