Laporan 12 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Perilaku Pelanggan
Pertemuan ketigabelas ini terjadi pada hari
senin tanggal 20 Mei 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE,
M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok sebelas yang terdiri dari Dwi
sakti N., Qidam permadi, Yudhi A., dan dedi santoso yang berhalangan hadir yang
mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Perilaku Pelanggan yang
berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul
13.50.
Sebelum memasuki
materi, berbicara perilaku
pelanggan pasti yang pertama kali tersirat adalah respon yang timbul serta
peran langsung terhadap usaha untuk memperoleh atau menghasilkan produk yang
diinginkan dari konsumen. Orang yang terlibat dalam perilaku pelanggan adalah Initiator,
Influencer, Decider, Buyer, dan User. Di dalam
perilaku pelanggan terdapat pula beberapa tipe yang bisa dicermati, yaitu
perilaku membeli yang kompleks, perilaku membeli yang mengurangi
ketidakcocokan, perilaku membeli berdasarkan kebiasaan, dan perilaku membeli
yang mencari keanekaragaman. Apa itu perilaku konsumen merupakan sesuatu
yang tidak dapat mudah diketahui seperti ibarat black box, namun sangat
dibutuhkan sebagai informasi perusahaan perilaku konsumen dapat dilihat dari
segi internal dan eksternal. Perilaku konsumen menurut winardi adalah perilaku
yang ditunjukkan oleh orang-orang dalam merencanakan, membeli, dan menggunakan
barang-barang ekonomi dan jasa.
Perilaku
konsumen dapat dilihat dari segi internal dan eksternalnya. Dilihat dari segi
internalnya, perilaku pelanggan terhadap suatu barang dan jasa dipengaruhi oleh
kebutuhan dan keinginan akan barang dan jasa. Hal itu berasal dari faktor yang
ada di dalam diri seseorang. Kemudian dilihat dari fisik diri seseorang dengan
melihat diri sendiri atas kecocokannya terhadap pembelian barang dan jasa
dengan fisiknya. Dari sisi sosial, seseorang melihat suatu barang atau jasa
disesuaikan dengan kelas sosialnya, hal ini seperti suatu prestise (gengsi)
untuk seseorang. Lalu ada religi/religiusitas yang menyangkut kepercayaan
seseorang terhadap suatu benda yang dianggap sakral dan memiliki pengaruh kuat
menurutnya. Dilihat dari sisi berikutnya, yaitu mental seseorang terhadap
perilakunya menggunakan suatu barang atau jasa apakah bermental kuat atau
lemahkah, hal ini berkaitan dengan rasa malu atau keberanian seseorang.
Terkahir adalah daya beli seseorang, orang akan mengambil suatu alternatif
dengan kredit atau pinjam apabila ia benar-benar ingin atau membutuhkan suatu
barang.
Setelah
dilihat dari segi internalnya, kemudian apabila dilihat dari segi eksternalnya,
perilaku seseorang dipengaruhi oleh ekonomi yang ada di masyarakat, sosial
budaya masyarakat antara lain kebiasaan yang terjadi di masyarakat, kepercayaan
suatu masyarakat terhadap sesuatu dan lain sebagainya. Lalu ada teknologi
seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih maka bermuncullah
suatu produk-produk ternama yang berganti-ganti trennya, hal ini mempengaruhi
perilaku masyarakat yang selalu ingin tampil up to date terhadap
teknologi terbaru sehingga mereka sering ganti-ganti teknologi seperti contoh
pada tahun 2009-2012 masyarakat masih sangat menggandrungi smartphone
Blackberry tetapi saat ini sudah ada yang terbaru lagi seperti Android.
Kemudian dilihat dari sisi politik maksudnya disini suatu masyarakat ingin
berlomba-lomba memiliki sesuatu yang sebenarnya mereka belum mampu memiliki
sesuatu itu hal ini berkaitan dengan gengsi di kalangan masyarakat.
Selain penjelasan di atas,
sebelumnya kelompok menjelaskan ada beberapa hal yang mempengaruhi suatu
perilaku pelanggan yaitu perangsang penjualan yang dilihat dari produksi,
harga, tempat, dan promosi. Kemudian dari karakter pembeli dari sisi sosialnya,
budaya, perorangan, dan kejiwaan pelanggan. Berikut dijelaskan proses keputusan
pembeli: Seorang pembeli melakukan pengenalan masalah, misalnya seorang anak
yang meminta belikan buku tulis karena buku tulisnya habis, setelah pengenalan
masalah diadakan pencarian informasi, misalnya tempat beli buku, harga buku di
pasaran berapa, buku tulis apa yang murah dan bagus. Kemudian pelanggan
melakukan evaluasi dengan membandingkan budget yang dipunya dengan harga buku
yang sesuai di pasaran. Setelah mengevaluasi, pelanggan mengambil keputusan
akankah membeli bukunya di toko buku itu dengan harganya ataukah mencari
alternatif lain. Terakhir perilaku sesudah pembelian, yaitu jika sudah dibeli
bukunya akan diapakan bukunya apakah akan digunakan sebagian ataukah akan
disimpan untuk dipakai di hari sekolah berikutnya. Keputusan pembeli merupakan
kegiatan memilih produksi, memilih jenis, memilih pemasok, penentuan saat
pemilihan dan jumlah pembelian.
Penjelasan selanjutnya dijelaskan oleh Bapak Amril,
yaitu perilaku konsumen dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internal meliputi kebutuhan, keinginan, konsep diri,
sosial, mental, dan daya beli. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor
ekonomi, demografi, sosiologis, budaya, politis, dan IPTEK. Daya beli ada dua
yaitu: 1. Kredit, 2. Pinjam.
Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh kualitas
suatu produk. Kualitas produk juga memiliki banyak peranan dalam mempengaruhi
keputusan pembelian konsumen. Produk– produk yang memiliki kualitas yang sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan konsumen akan membuat konsumen senantiasa
mencari produk tersebut.
Seorang pembeli memiliki
beberapa perilaku untuk membeli suatu produk yang dihasilkan oleh beberapa
perusahaan, seperti: perilaku pembeli yang kompleks dalam melakukan pembelian
yaitu memikirkan produk seperti apa yang sesuai dengan kebutuhannya, lalu ada
juga perilaku pembeli mengurangi ketidak cocokan yaitu seorang pelanggan
memiliki dua pilihan untuk memilih produk dia akan mencari kelemahan dan
kelebihan apa yang dimiliki antara produk tersebut lalu disesuaikan dengan
kebutuhannya, perilaku pembeli berdasarkan kebiasaan yaitu dimana seorang
pelanggan membeli merek produk tersebut sebelumnya maka selanjutknya secara
berulang-ulang tetap mengkonsumsi dari merek produk yang sama, dan terakhir
perilaku pembeli mencari keragaman yaitu seorang pelanggan pernah mengkonsumsi
dari merek a lalu merubah menjadi membeli merek b.
Tipe – Tipe Perilaku Pembelian
1.
Budget
Allocation (Pengalokasian budget)
2.
Product
Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
3.
Store
Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
4.
Brand
and Style Decision (Keputusan atas merek dangaya)
Sifat dari perilaku konsumen
yaitu:
1.
Consumer
Behavior Is Dynamic
2.
Consumer
Behavior Involves Interactions
3.
Consumer
Behavior Involves Exchange
Model perilaku konsumen yang mempengaruhi:
-
Perangsang penjualan (produk, harga, tempat, promosi)
-
Perangsang lainnya (teknologi, politik, budaya)
-
Karakter pembeli (budaya, sosial, perorangan, kejiwaan)
-
Proses keputusan pembeli (pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi, keputusan, perilaku sesudah pembelian)
-
Keputusan pembeli (memilih produksi, memilih jenis, memilih pemasok, penentuan saat pemilihan, jumlah pembelanjaan)
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembeli yaitu:
1.
Kebudayaan= kultur, sub-kultur, kelas social.
2.
Sosial= kelompok acuan, keluarga, peranan & status
3.
Kepribadian= usia & tingkat kehidupan, jabatan, keadaan perekonomian, gaya hidup, kepribadian beserta konsep diri
4.
Kejiwaan= motivasi, pandangan, belajar, kepercayaan & sikap
5.
PEMBELI
Proses
keputusan pembelian:
1. Peran dalam pembelian
a)
Pencetus ide : mengusulkan ide untuk membeli suatu produk atau jasa tertentu.
a)
Pemberi
pengaruh : pendapatnya mempengaruhi keputusan pembelian.
b)
Pengambil keputusan : memutuskan setiap komponen dalam keputusan pembelian.
c)
Pembeli : seseorang yang melakukan pembelian yang sebenarnya.
d)
Pemakai : seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa tersebut.
2. Jenis perilaku pembelian
Perbedaan
merek yang signifikan
Ø Keterlibatan tinggi: Perilaku
pembelian kompleks
Ø Ketelibatan rendah: Perilaku
pembelian mencari variasi
Sedikit
Perbedaan Merek
Ø Keterlibatan tinggi: Perilaku
pembelian mengurangi disonansi atau ketidaksesuaian
Ø Ketelibatan rendah: Perilaku
pembelian menurut kebiasaan
3.
Meneliti proses keputusan pembelian
a.
Metode introspektif : Mereka mengintrospeksi mengenai perilaku mereka
sendiri.
b.
Metode retrospektif : dengan mewawancarai sejumlah kecil pembeli
terakhir, meminta mereka untuk mengingat kembali kejadian-kejadian yang
mendorong pembelian mereka.
c.
Metode prospektif : mencari konsumen yang merencanakan untuk membeli
produknya dan meminta mereka untuk memikirkan bagaimana mereka melewati proses
pembelian.
d.
Metode preskriptif : meminta konsumen untuk menjelaskan cara yang ideal
untuk membeli suatu produk.
4. Fokus dari perilaku konsumen adalah bagaimana konsumen
tersebut membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya yang dimilikinya untuk
dapat menggunakan suatu produk. Ada lima tahap dalam proses keputusan membeli
yaitu : Pertama, pengenalan masalah.
Masalah yang dimaksud adalah kebutuhan seorang konsumen. Kebutuhan itu dapat
digerakkan oleh rangsangan dari dalam diri pembeli atau dari luar. Kedua, pencarian informasi. Setelah
konsumen mengetahui dan merasakan adanya kebutuhan sesuatu barang atau jasa
yang dibutuhkan, selanjutnya konsumen mencari informasi mengenai produk
tersebut, informasi tersebut dapat didapatkan dari lingkungan dan orang-orang
di sekelilingnya. Ketiga, penilaian
alternatif. Setelah informasi telah didapatkan, konsumen lalu melakukan
penilaian dari berbagai alternatif pilihan dalam memenuhi kebutuhannya. Keempat, keputusan pembelian. Konsumen
yang telah melakukan pilihan terhadap berbagai alternatif biasanya memilih
produk yang paling disukai untuk kemudian memutuskan untuk membeli. Kelima, perilaku setelah pembelian.
Maksudnya adalah dampak setelah melakukan pembelian. Apabila barang yang dibeli
tidak memberikan kepuasan yang diharapkan, maka pembeli akan berpersepsi
negatif atau bahkan secara perlahan tidak mau menggunakan kembali produk tersebut.
Sebaliknya, apabila konsumen mendapat kepuasan dari barang yang dibelinya maka
keinginan untuk membeli produk tersebut menjadi lebih kuat.
Konsumen
juga mempunyai peranan ketika akan melakukan pembelian ataupun menggunakan
sebuah produk, yaitu sebagai pengambil inisiatif, orang yang mempengaruhi,
pembuat keputusan, sebagai pembeli, dan sebagai pemakai.
Ketika konsumen atau pelanggan merasakan suatu
ketidakpuasan terhadap terhadap penyajian suatu barang atau jasa, maka terdapat
beberapa cara untuk mereka mengutarakannya. Pertama adalah melaporkan langsung
kepada perusahaan terkait atau dengan kata lain disebut Voice Respon.
Berikutnya adalah menceritakan kepada rekan-rekan sekerjanya atau yang disebut Private
Respon. Cara yang terakhir adalah dengan meenempuh jalur hukum sesuai hukum
yang berlaku atau dengan mensharingnya di jejaring sosial atau yang
disebut Party Respon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar