Laporan
4 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda
Wulandari
Mp Non Reg 2011
(1445115205)
Tentang Positioning
Produk Jasa Pendidikan
Pertemuan kelima ini terjadi pada
hari senin tanggal 18 Maret 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril
Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok tiga yang
terdiri dari gelar gelora, dian, novi dan dea yang mempresentasikan hasil kerja
mereka dengan judul Positioning produk jasa pendidikan yang diawal presentasi
ini terbagi menjadi 4 kelompok masing-masing dijelaskan oleh penyaji, 1 penyaji
per sub kelompok dilakukan di depan kajur sehabis itu diperjelaskan lagi oleh
dosen kita bapak Dr. Amril diruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada
sekitar pukul 13.40. Seharusnya pertemuan ini terjatuh pada tanggal 11 maret
2013 tetapi dikarenakan libur, jadi pertemuan ini menjadi tanggal 18 maret 2013.
Setelah memutuskan segmen pasar
mana yang akan dimasuki, perusahaan harus memutuskan positioning yang hendak
ditempatkan dalam segmen tersebut. Positioning sangat penting untuk jasa dalam
pasar, akibat tekanan kompetitif, konsumen semakin dibingungkan oleh tawaran
jasa yang sangat banyak didalam setiap sektor pasar. Tawaran-tawaran ini
dikomunikasikan dengan jumlah pesan-pesan periklanan yang sangat banyak yang
mempromosikan ciri-ciri jasa yang berlainan. Kunci untuk strategi positioning
yang berhasil adalah mempromosikan ciri /karakteristik yang merupakan bidang
terbaik bagi perusahaan dan yang cocok dengan kebutuhan-kebutuhan pelanggan.
Apa yang dimaksud dengan
positioning ? positioning mencakup perancangan penawaran, dan citra perusahaan
agar target pasar mengetahui dan mengaggap penting posisi perusahaan diantara
pesaing. Namun positioning yang baik harus mencerminkan bagaimana/cara target
pasar mendefinisikan nilai dan melakukan pemilihan produk jasa yang bersaing.
Jadi bila positioning bicara mengenai bagaimana pemasar membedakan jasanya
dibanding pesaing dalam benak konsumen (mengelompokkan pesaing), sementara
segmentasi bicara pemasar memilah pasar (konsumen).
Positioning produk jasa pendidikan:
pencitraan bagaimana orang tertarik dengan produk itu agar konsumen memiliki
persepsi yang sama. Positioning: penempatan posisi (pemosisian dan mengiring
anggapan konsumen kepada anggapan yang kita harapkan. Jasa: suatu kegiatan
ekonomi yang produknya bukan dikonsumsi bersamaan dengan waktu produksi dan
memberikan nilai tambah.
Berdasarkan pemaparan kelompok 3 yang
presentasi ini, positioning adalah penempatan posisi, pemosisian yang
menggiring anggapan konsumen kepada anggapan yang kita harapkan.
Langkah-langkah dalam positioning :
- Mengidentifikasi
produk yang diinginkan konsumen (riset) => menganalisis internal yang
mendalam terhadap perusahaan kita & produk kita agar unggul dalam bersaing.
- Brains
storming => produk jasa perusahaan
yang pilih (memilih keunggulan yang tepat)
- Differensiasi
(mengkomunikasikan posisi yang dipilih membandingkan produk kita dengan produk
pesaing)
Syarat-syarat positioning yang baik
:
- Menguntungkan kita
- Penting
bagi konsumen => dari keunggulan produk konsumen mengaggap produk itu
penting.
- Dapat
dikomunikasikan=> perusahaan mampu mengkomunikasikan keunggulan produk
kepada konsumen.
- Tidak mudah ditiru
Positioning
=> dari segi perusahaan => eksis profit => maks. Kebutuhan (need) dan
keinginan (want)
Marketing
mix => keunggulan produk
Produk
>< kebutuhan pencitraan : Produk,
place, price, dan promotion
Mengapa perlu positioning karena
yang dijual produk yang sama juga banyak. Bukan hanya pesaing tetapi juga
lingkungan. Contohnya : Sekolah Al-azhar di keb. Baru pindah ke perumahan.
Labschool letaknya jauh.
Kegiatan positioning juga memiliki
beberapa kesalahan dalam melakukan positioning yaitu:
Ø Confused
positioning =>hal ini berkaitan dengan perusahaan yang memiliki produk dengan
citra yang membingungkan.
Ø Under
positioniing => tidak terlalu mempromosikan atau menjelaskan detail
keunggulan suatu produk karena dengan
memperlihatkan produk konsep agar masyarakat hanya tahu keunggulan produk.
Ø Over
positioning =>terlalu luas dalam pemasaran keunggulannya, terlalu berlebihan
sehingga konsumen kurang mengetahui keunggulan sesungguhnya produk itu. Contoh
sekolah alam terlalu luas dalam pemasarannya sehingga keunggulan yang dimiliki
diragukan .
Ø Re-positioning
=> penempatan suatu keunggulan produk yang baru yang didasarkan kepada
pesaing apakah karena kemampuan kita lebih tinggi atau lebih rendah dari
pesaing.
Ø De-
positioning => jawaban saat suatu perusahaan melakukan over positioning
yaitu dengan melihat diri kita sendiri kemampuan perusahaan kita dimana.
Tujuan dilakukan positioning ini
adalah untuk membedakan persepsi perusahaan berikut produk dan jasanya dari
pesaing, untuk menciptakan sebuah disferensiasi dalam benak pelanggan yang
membedakan layanan-layanan kompetitif lain dan untuk menunjukkan produk yang
kita buat dari produk satu ke yang lain agar lebih unggul.Positioning dalam
produk barang mengkomunikasikan atribut dari barang tersebut. Positioning
merupakan konsep psikologis yang terkait dengan bagaimana konsumen yang ada
ataupun calon konsumen dapat menerima perusahaan tersebut dan produknya
dibanding dengan perusahaan lain. Latar belakang pemikiran positioning adalah untuk
menciptakan citra (image) yang diharapkan, maksudnya adalah langsung terkait
dengan bagaimana konsumen yang berada di segmen pasar tertentu atau spesifik
itu mempersepsikan jasa perusahaan.
Menetapkan strategi positioning :
menganalisis kekuatan, menentukan kebutuhan pasar sasaran, dan menganalisis
kompetisi. Menurut Kotler ada tiga langkah dalam melakukan positioning : 1.
Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan
dengan pesaing. 2. Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat/menonjol. 3.
Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.
Tidak semua keunggulan merupakan
indikator yang bisa ditampilkan ke pasar, tetapi harus di seleksi. Menurut
Kotler, sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria :
penting, berbeda, unggul dibanding pesaing, dapat dikomunikasikan, tidak mudah
ditiru, terjangkau, dan menguntungkan.
Bahasan berikut ini menekankan
postioning pada perubahan struktur pada tingkatkan organisasi.
Karakteristik proses
Proses secara operasional dan
teknis meliputi beberapa konsep :
1. Setiap
proses menyediakan cara untuk memecah proses-proses tersebut menjadi beberapa
langkah yang logis dan tersusun untuk mempermudah pengendalian dan analisisnya.
2. Adanya
akomodasi dari berbagai variabel proses yang mana hasilnya akan berbeda
mengingat dampak dari penilaian, kesempatan atau pilihan dari sebuah urutan
proses.
3. Setiap
sistem memasukkan konsep penyimpanan atau standar toleransi.
Proses
dalam pemasaran dapat berupa :
ð Standarisasi.
Proses ini tidak ada banyak variasi atau banyak ragam.
ð Kustomisasi.
Menyesuaikan kebutuhan proses terhadap keinginan pengadapsian konsumen.
Positioning sangat tergantung
kepada kemampuan sebuah perusahaan dengan secara efektif membedakan dirinya
sendiri dari para pesaingnya dengan memberikan nilai yang disampaikan yang
superior kepada pelanggan.
Level
positioning
Kita
dapat membicarakan positioning pada beberapa level :
Ø Positioning
industri- positioning industri jasa secara keseluruhan.
Ø Positioning
organisasional- positioning organisasi secara keseluruhan.
Ø Positioning
sektor produk- positioning suatu rentang atau keluarga produk dan jasa terkait
yang ditawarkan oleh organisasi.
Ø Positioning
produk atau jasa individual- positioning produk-produk spesifik.
Proses
positioning
Positioning
produk melibatkan sejumlah langkah-langkah berikut :
1. Menentukan
level positioning
2. Identifikasi
atribut-atribut kunci yang penting bagi segmen-segmen terpilih
3. Lokasi
atribut-atribut pada peta positioning
4. Mengevaluasi
pilihan-pilihan positioning
5. Melaksanakan
positioning
Sekian
dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar