Sabtu, 23 Maret 2013

Laporan 4



Laporan 4 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Positioning Produk Jasa Pendidikan
Pertemuan kelima ini terjadi pada hari senin tanggal 18 Maret 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok tiga yang terdiri dari gelar gelora, dian, novi dan dea yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Positioning produk jasa pendidikan yang diawal presentasi ini terbagi menjadi 4 kelompok masing-masing dijelaskan oleh penyaji, 1 penyaji per sub kelompok dilakukan di depan kajur sehabis itu diperjelaskan lagi oleh dosen kita bapak Dr. Amril diruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul 13.40. Seharusnya pertemuan ini terjatuh pada tanggal 11 maret 2013 tetapi dikarenakan libur, jadi pertemuan ini menjadi tanggal 18 maret 2013.
Setelah memutuskan segmen pasar mana yang akan dimasuki, perusahaan harus memutuskan positioning yang hendak ditempatkan dalam segmen tersebut. Positioning sangat penting untuk jasa dalam pasar, akibat tekanan kompetitif, konsumen semakin dibingungkan oleh tawaran jasa yang sangat banyak didalam setiap sektor pasar. Tawaran-tawaran ini dikomunikasikan dengan jumlah pesan-pesan periklanan yang sangat banyak yang mempromosikan ciri-ciri jasa yang berlainan. Kunci untuk strategi positioning yang berhasil adalah mempromosikan ciri /karakteristik yang merupakan bidang terbaik bagi perusahaan dan yang cocok dengan kebutuhan-kebutuhan pelanggan.
Apa yang dimaksud dengan positioning ? positioning mencakup perancangan penawaran, dan citra perusahaan agar target pasar mengetahui dan mengaggap penting posisi perusahaan diantara pesaing. Namun positioning yang baik harus mencerminkan bagaimana/cara target pasar mendefinisikan nilai dan melakukan pemilihan produk jasa yang bersaing. Jadi bila positioning bicara mengenai bagaimana pemasar membedakan jasanya dibanding pesaing dalam benak konsumen (mengelompokkan pesaing), sementara segmentasi bicara pemasar memilah pasar (konsumen).
Positioning produk jasa pendidikan: pencitraan bagaimana orang tertarik dengan produk itu agar konsumen memiliki persepsi yang sama. Positioning: penempatan posisi (pemosisian dan mengiring anggapan konsumen kepada anggapan yang kita harapkan. Jasa: suatu kegiatan ekonomi yang produknya bukan dikonsumsi bersamaan dengan waktu produksi dan memberikan nilai tambah.
Berdasarkan pemaparan kelompok 3 yang presentasi ini, positioning adalah penempatan posisi, pemosisian yang menggiring anggapan konsumen kepada anggapan yang kita harapkan.
Langkah-langkah dalam positioning :
-           Mengidentifikasi produk yang diinginkan konsumen (riset) => menganalisis internal yang mendalam terhadap perusahaan kita & produk kita agar unggul dalam bersaing.
-           Brains storming => produk jasa  perusahaan yang pilih (memilih keunggulan yang tepat)
-           Differensiasi (mengkomunikasikan posisi yang dipilih membandingkan produk kita dengan produk pesaing)
Syarat-syarat positioning yang baik :
-           Menguntungkan kita
-           Penting bagi konsumen => dari keunggulan produk konsumen mengaggap produk itu penting.
-           Dapat dikomunikasikan=> perusahaan mampu mengkomunikasikan keunggulan produk kepada konsumen.
-           Tidak mudah ditiru
Positioning => dari segi perusahaan => eksis profit => maks. Kebutuhan (need) dan keinginan (want)
Marketing mix => keunggulan produk
Produk ><  kebutuhan pencitraan : Produk, place, price, dan promotion
Mengapa perlu positioning karena yang dijual produk yang sama juga banyak. Bukan hanya pesaing tetapi juga lingkungan. Contohnya : Sekolah Al-azhar di keb. Baru pindah ke perumahan. Labschool letaknya jauh.
Kegiatan positioning juga memiliki beberapa kesalahan dalam melakukan positioning yaitu:
Ø  Confused positioning =>hal ini berkaitan dengan perusahaan yang memiliki produk dengan citra yang membingungkan.
Ø  Under positioniing => tidak terlalu mempromosikan atau menjelaskan detail keunggulan suatu produk  karena dengan memperlihatkan produk konsep agar masyarakat hanya tahu keunggulan produk.
Ø  Over positioning =>terlalu luas dalam pemasaran keunggulannya, terlalu berlebihan sehingga konsumen kurang mengetahui keunggulan sesungguhnya produk itu. Contoh sekolah alam terlalu luas dalam pemasarannya sehingga keunggulan yang dimiliki diragukan .
Ø  Re-positioning => penempatan suatu keunggulan produk yang baru yang didasarkan kepada pesaing apakah karena kemampuan kita lebih tinggi atau lebih rendah dari pesaing.
Ø  De- positioning => jawaban saat suatu perusahaan melakukan over positioning yaitu dengan melihat diri kita sendiri kemampuan perusahaan kita dimana.
Tujuan dilakukan positioning ini adalah untuk membedakan persepsi perusahaan berikut produk dan jasanya dari pesaing, untuk menciptakan sebuah disferensiasi dalam benak pelanggan yang membedakan layanan-layanan kompetitif lain dan untuk menunjukkan produk yang kita buat dari produk satu ke yang lain agar lebih unggul.Positioning dalam produk barang mengkomunikasikan atribut dari barang tersebut. Positioning merupakan konsep psikologis yang terkait dengan bagaimana konsumen yang ada ataupun calon konsumen dapat menerima perusahaan tersebut dan produknya dibanding dengan perusahaan lain. Latar belakang pemikiran positioning adalah untuk menciptakan citra (image) yang diharapkan, maksudnya adalah langsung terkait dengan bagaimana konsumen yang berada di segmen pasar tertentu atau spesifik itu mempersepsikan jasa perusahaan.
Menetapkan strategi positioning : menganalisis kekuatan, menentukan kebutuhan pasar sasaran, dan menganalisis kompetisi. Menurut Kotler ada tiga langkah dalam melakukan positioning : 1. Mengenali keunggulan-keunggulan yang mungkin dapat ditampilkan dalam hubungan dengan pesaing. 2. Memilih keunggulan-keunggulan yang paling kuat/menonjol. 3. Menyampaikan keunggulan itu secara efektif kepada target pasar.
Tidak semua keunggulan merupakan indikator yang bisa ditampilkan ke pasar, tetapi harus di seleksi. Menurut Kotler, sebuah keunggulan yang patut ditampilkan harus memenuhi kriteria : penting, berbeda, unggul dibanding pesaing, dapat dikomunikasikan, tidak mudah ditiru, terjangkau, dan menguntungkan.
Bahasan berikut ini menekankan postioning pada perubahan struktur pada tingkatkan organisasi.
Karakteristik proses
Proses secara operasional dan teknis meliputi beberapa konsep :
1.      Setiap proses menyediakan cara untuk memecah proses-proses tersebut menjadi beberapa langkah yang logis dan tersusun untuk mempermudah pengendalian dan analisisnya.
2.      Adanya akomodasi dari berbagai variabel proses yang mana hasilnya akan berbeda mengingat dampak dari penilaian, kesempatan atau pilihan dari sebuah urutan proses.
3.      Setiap sistem memasukkan konsep penyimpanan atau standar toleransi.
Proses dalam pemasaran dapat berupa :
ð  Standarisasi. Proses ini tidak ada banyak variasi atau banyak ragam.
ð  Kustomisasi. Menyesuaikan kebutuhan proses terhadap keinginan pengadapsian konsumen.


Diferensiasi kompetitif jasa
Positioning sangat tergantung kepada kemampuan sebuah perusahaan dengan secara efektif membedakan dirinya sendiri dari para pesaingnya dengan memberikan nilai yang disampaikan yang superior kepada pelanggan.
Level positioning
Kita dapat membicarakan positioning pada beberapa level :
Ø  Positioning industri- positioning industri jasa secara keseluruhan.
Ø  Positioning organisasional- positioning organisasi secara keseluruhan.
Ø  Positioning sektor produk- positioning suatu rentang atau keluarga produk dan jasa terkait yang ditawarkan oleh organisasi.
Ø  Positioning produk atau jasa individual- positioning produk-produk spesifik.
Proses positioning
Positioning produk melibatkan sejumlah langkah-langkah berikut :
1.      Menentukan level positioning
2.      Identifikasi atribut-atribut kunci yang penting bagi segmen-segmen terpilih
3.      Lokasi atribut-atribut pada peta positioning
4.      Mengevaluasi pilihan-pilihan positioning
5.      Melaksanakan positioning

Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar