Laporan
7 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda
Wulandari
Mp Non Reg 2011
(1445115205)
Tentang Merk Dagang dan
Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan
Pertemuan
kedelapan ini terjadi pada hari senin tanggal 15 April 2013 pertemuan ini bersama
bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok
enam yang terdiri dari dicki, panji, hery, dan wisnu yang mempresentasikan
hasil kerja mereka dengan judul Merk Dagang dan Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa
Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada
sekitar pukul 13.50.
Pertama-tama
sebelum memasuki materi merk dagang dan konsep
nilai dalam pemasaranjasa pendidikan kita harus terlebih
dahulu memahami pengertian merek (brand) adalah dalam mengembangkan strategi
pemasaran untuk produk individu, penjual menghadapi masalah pemberian merek.
Merek dapat menambah nilai produk dan karena itu merupakan aspek intrinsik
dalam strategi produk. Dan merek juga adalah nama, istilah simbol, atau desain
khusus, atau beberapa kombinasi unsur-unsur ini yang dirancang untuk
mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan penjual. Merk membedakan
produk atau jasa sebuah perusahaan dari produk saingannya. Nama merk terdiri
dari huruf-huruf, kata-kata dan /atau angka-angka yang terbaca. Tanda merk
(brand mark) merupakan dari merek yang
muncul dalam bentuk simbol, desain, atau warna dan huruf yang khas berbeda.
Tanda merk hanya dilihat mata tetapi tidak ikut dibaca bila konsumen menyebut
merk suatu produk. Jadi merk dagang pada dasar nya merupakan istilah hukum.
Beberapa orang secara salah mnginterpretasikan bahwa merek dagang hanyalah
bagian yang bergambar dari merek. Pentingnya merek yaitu untuk mempermudah
konsumen mengidentifikasikan produk atau jasa. Mereka juga bisa membuat pembeli
yakin akan memperoleh kualitas barang yang sama jika mereka membeli ulang. Bagi
penjual, merk merupakan sesuatu yang bisa diiklankan dan akan dikenali konsumen
bila sedang diragakan dietalase toko. Merek juga menolong penjual mengendalikan
pasar mereka karena pembeli tidak mau dibingungkan oleh produk yang satu dengan
produk yang lainnya. Tentu saja pemberian nama merek atas suatu produk menjadi
sangat penting dan mempunyai manfaat antara lain: a. Manfaat nama merek suatu
produk bagi konsumen diantaranya: mempermudah konsumen meneliti produk atau
jasa, membantu konsumen atau pembeli dalam memperoleh kualitas barang yang sama, jika mereka membeli ulang serta
dalam harga. b. Manfaat nama merek suatu produk bagi penjual diantaranya: nama
merek memudahkan penjualan untuk mengolah pesanan-pesanan dan menekan
permasalahan, merek juga akan membantu penjual mengawasi pasar mereka karena
pembeli tidak akan menjadi bingung, merek memberi penjual peluang kesetujuan
konsumen pada produk, merek juga dapat membantu penjual mengelompokkan pasar
kedalam segmen-segmen, citra perusahaan dapat dibina dengan adanya merek yang
baik, dan dengan merek akan melindungi penjualan dari pemalsuan ciri-ciri
produk tersebut. Disamping manfaat, pemberian nama merek sebuah produk
mempunyai beberapa fungsi, yaitu: fungsi identitas, fungsi kualitas, fungsi
loyalitas, fungsi citra/image. Banyak
perusahaan tidak memberi merk bagi produk mereka karena mereka tidak bersedia
memikul dua tanggung jawab yang harus dimiliki pemilik merk: Mempromosikan merk
dan mempertahankan kualitas produk, kesukaran dalam membedakan produknya dengan
produk pesaing lainnya, perusahaan yakin bahwa produknya berkualitas rendah,
sehingga tidak mau mengambil resiko menggunakan merek. Sebuah merk yang baik
harus mempunyai karakteristik dibawah ini: 1. Mengingatkan sesuatu tentang
karakteristik produk, 2. Mudah dieja dibaca dan diingat, 3. Mempunyai ciri khas
tersendiri, 4. Bisa diadaptasi oleh produk-produk baru yang mungkin ditambahkan
dilini produk. 5. Singkat dan sederhana. 6. Merek harus dapat didaftarkan dan
mempunyai perlindungan hukum. Dan memiliki strategi didalam merek, yaitu:
strategi pabrikan dan strategi pialang. Semua merk bisa menjadi generik melalui
beberapa jalan. Karena tidak ada nama generik yang sederhana masyarakat terus
memakai nama merk sebagai nama generik. Hal ini terjadi pada nylon, cellophane,
sharedded wheat. Beberapa strategi dapat dipakai untuk mencegah nama merk
dipakai menjadi nama generik. Pertama memakai dua nama-nama merk dihubungkan
dengan nama perusahaan (Eastman kodak), atau nama merk digabung dengan nama
generik (Dacron polyester). Pilihan kedua mengumumkan ke masyarakat bahwa merk telah
didaftarkan hak patennya. Kebijakan dan strategi merk strategi pabrik harus
memutuskan apakah memakai merk mereka sendiri atau menjual produk dengan memakai
merk para pialangnya.
Pemasaran
produk dibawah merk sendiri. Perusahan yang memasarkan produk dengan memakai
merk sendiri biasanya tergolong pabrik yang sangat besar, kuat posisi
keuangannya, dan peraturan manajemennya. Kemungkinan hanya sedikit persentase
perusahaan yang memakai kebijakan seperti ini dan jumlahnya makin lama makin
berkurang.
Kemasan
adalah secara tradisional maupun modern, hampir dipastikan sebuah produk diberi
kemasan. Kemasan produk bersifat tradisional berbeda dengan kemasan produk
bersifat modern. Dibawah ini perlu digunakan sebagai pedoman dalam memikirkan
bentuk, warna, bahan, tulisan, dan manfaatnya, yaitu: a. Kemasan harus baik
dalam arti memberikan pelindungan bagi isinya. b. Kemasan itu dapat diberi
penjelan. c. Mempromosikan penjualan yang dikemas. d. Mempromosikan penjualan
barang-barang lain yang dibuat oleh produsen yang sama. Disamping pedoman
penentuan kemasan, juga perlu dilakukan penyusunan strategi mengenai kemasan.
Strategi kemasan itu antara lain: mengubah kemasan, kemasan line produk,
kemasan yang dipakai ulang, dan kemasan aneka ragam. Pentingnya kemasan dalam
pemasaran: kemasan merupakan kegiatan yang berorientasi pada produksi dan
diadakan khusus untuk memperoleh perlindungan dan kemudahan.
Label
adalah bagian dari sebuah barang yang berupa keterangan (kata-kata)/ informasi
tentang barang tersebut atau penjualnya. Label bisa merupakan bagian sebuah
kemasan, atau merupakan etiket-lepas yang ditempelkan pada produk. Sewajarnya
jika antara kemasan, label, dan merek terjalin satu hubungan yang erat sekali.
Misalnya produk Caladine Lotion untuk mengatasi gatal karena alergi pada kulit.
Di labelnya tercantum informasi produk Caladine Lotion tentang berat netto,
komposisi bahan, cara pemakaian, cara penyimpanan, peringatan, nomor regiter produk,
perusahaan Caledine Lotion, yaitu PT. Yuphrin Pharmaceuticals, Bogor,
Indonesia. Tipe-tipe label antara lain sebagi berikut: label merek, label
tingkatan kualitas, dan label deskriptif. Adapun fungsi label meliputi:
mengidentifikasikan produk atau merek, menggolongkan produk, misal buah dalam
kaleng golongan a,b,c., menjelaskan beberapa hal mengenai produk, dan sebagai
alat promosi. Disampai itu pencantumkan label banyak dipengaruhi oleh penetapan
harga per unit, masa kadaluwasa, dan pencantuman besarnya
gizi.
Sekian
dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar