Sabtu, 20 April 2013

manajemen pemasaran laporan 7 tentang Merk Dagang dan Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan



Laporan 7 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Merk Dagang dan Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan
Pertemuan kedelapan ini terjadi pada hari senin tanggal 15 April 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok enam yang terdiri dari dicki, panji, hery, dan wisnu yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Merk Dagang dan Konsep Nilai Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul 13.50.
Pertama-tama sebelum memasuki materi merk dagang dan konsep nilai dalam pemasaranjasa pendidikan kita harus terlebih dahulu memahami pengertian merek (brand) adalah dalam mengembangkan strategi pemasaran untuk produk individu, penjual menghadapi masalah pemberian merek. Merek dapat menambah nilai produk dan karena itu merupakan aspek intrinsik dalam strategi produk. Dan merek juga adalah nama, istilah simbol, atau desain khusus, atau beberapa kombinasi unsur-unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan penjual. Merk membedakan produk atau jasa sebuah perusahaan dari produk saingannya. Nama merk terdiri dari huruf-huruf, kata-kata dan /atau angka-angka yang terbaca. Tanda merk (brand  mark) merupakan dari merek yang muncul dalam bentuk simbol, desain, atau warna dan huruf yang khas berbeda. Tanda merk hanya dilihat mata tetapi tidak ikut dibaca bila konsumen menyebut merk suatu produk. Jadi merk dagang pada dasar nya merupakan istilah hukum. Beberapa orang secara salah mnginterpretasikan bahwa merek dagang hanyalah bagian yang bergambar dari merek. Pentingnya merek yaitu untuk mempermudah konsumen mengidentifikasikan produk atau jasa. Mereka juga bisa membuat pembeli yakin akan memperoleh kualitas barang yang sama jika mereka membeli ulang. Bagi penjual, merk merupakan sesuatu yang bisa diiklankan dan akan dikenali konsumen bila sedang diragakan dietalase toko. Merek juga menolong penjual mengendalikan pasar mereka karena pembeli tidak mau dibingungkan oleh produk yang satu dengan produk yang lainnya. Tentu saja pemberian nama merek atas suatu produk menjadi sangat penting dan mempunyai manfaat antara lain: a. Manfaat nama merek suatu produk bagi konsumen diantaranya: mempermudah konsumen meneliti produk atau jasa, membantu konsumen atau pembeli dalam memperoleh kualitas barang  yang sama, jika mereka membeli ulang serta dalam harga. b. Manfaat nama merek suatu produk bagi penjual diantaranya: nama merek memudahkan penjualan untuk mengolah pesanan-pesanan dan menekan permasalahan, merek juga akan membantu penjual mengawasi pasar mereka karena pembeli tidak akan menjadi bingung, merek memberi penjual peluang kesetujuan konsumen pada produk, merek juga dapat membantu penjual mengelompokkan pasar kedalam segmen-segmen, citra perusahaan dapat dibina dengan adanya merek yang baik, dan dengan merek akan melindungi penjualan dari pemalsuan ciri-ciri produk tersebut. Disamping manfaat, pemberian nama merek sebuah produk mempunyai beberapa fungsi, yaitu: fungsi identitas, fungsi kualitas, fungsi loyalitas, fungsi citra/image.  Banyak perusahaan tidak memberi merk bagi produk mereka karena mereka tidak bersedia memikul dua tanggung jawab yang harus dimiliki pemilik merk: Mempromosikan merk dan mempertahankan kualitas produk, kesukaran dalam membedakan produknya dengan produk pesaing lainnya, perusahaan yakin bahwa produknya berkualitas rendah, sehingga tidak mau mengambil resiko menggunakan merek. Sebuah merk yang baik harus mempunyai karakteristik dibawah ini: 1. Mengingatkan sesuatu tentang karakteristik produk, 2. Mudah dieja dibaca dan diingat, 3. Mempunyai ciri khas tersendiri, 4. Bisa diadaptasi oleh produk-produk baru yang mungkin ditambahkan dilini produk. 5. Singkat dan sederhana. 6. Merek harus dapat didaftarkan dan mempunyai perlindungan hukum. Dan memiliki strategi didalam merek, yaitu: strategi pabrikan dan strategi pialang. Semua merk bisa menjadi generik melalui beberapa jalan. Karena tidak ada nama generik yang sederhana masyarakat terus memakai nama merk sebagai nama generik. Hal ini terjadi pada nylon, cellophane, sharedded wheat. Beberapa strategi dapat dipakai untuk mencegah nama merk dipakai menjadi nama generik. Pertama memakai dua nama-nama merk dihubungkan dengan nama perusahaan (Eastman kodak), atau nama merk digabung dengan nama generik (Dacron polyester). Pilihan kedua mengumumkan ke masyarakat bahwa merk telah didaftarkan hak patennya. Kebijakan dan strategi merk strategi pabrik harus memutuskan apakah memakai merk mereka sendiri atau menjual produk dengan memakai merk para pialangnya.
Pemasaran produk dibawah merk sendiri. Perusahan yang memasarkan produk dengan memakai merk sendiri biasanya tergolong pabrik yang sangat besar, kuat posisi keuangannya, dan peraturan manajemennya. Kemungkinan hanya sedikit persentase perusahaan yang memakai kebijakan seperti ini dan jumlahnya makin lama makin berkurang.
Kemasan adalah secara tradisional maupun modern, hampir dipastikan sebuah produk diberi kemasan. Kemasan produk bersifat tradisional berbeda dengan kemasan produk bersifat modern. Dibawah ini perlu digunakan sebagai pedoman dalam memikirkan bentuk, warna, bahan, tulisan, dan manfaatnya, yaitu: a. Kemasan harus baik dalam arti memberikan pelindungan bagi isinya. b. Kemasan itu dapat diberi penjelan. c. Mempromosikan penjualan yang dikemas. d. Mempromosikan penjualan barang-barang lain yang dibuat oleh produsen yang sama. Disamping pedoman penentuan kemasan, juga perlu dilakukan penyusunan strategi mengenai kemasan. Strategi kemasan itu antara lain: mengubah kemasan, kemasan line produk, kemasan yang dipakai ulang, dan kemasan aneka ragam. Pentingnya kemasan dalam pemasaran: kemasan merupakan kegiatan yang berorientasi pada produksi dan diadakan khusus untuk memperoleh perlindungan dan kemudahan.
Label adalah bagian dari sebuah barang yang berupa keterangan (kata-kata)/ informasi tentang barang tersebut atau penjualnya. Label bisa merupakan bagian sebuah kemasan, atau merupakan etiket-lepas yang ditempelkan pada produk. Sewajarnya jika antara kemasan, label, dan merek terjalin satu hubungan yang erat sekali. Misalnya produk Caladine Lotion untuk mengatasi gatal karena alergi pada kulit. Di labelnya tercantum informasi produk Caladine Lotion tentang berat netto, komposisi bahan, cara pemakaian, cara penyimpanan, peringatan, nomor regiter produk, perusahaan Caledine Lotion, yaitu PT. Yuphrin Pharmaceuticals, Bogor, Indonesia. Tipe-tipe label antara lain sebagi berikut: label merek, label tingkatan kualitas, dan label deskriptif. Adapun fungsi label meliputi: mengidentifikasikan produk atau merek, menggolongkan produk, misal buah dalam kaleng golongan a,b,c., menjelaskan beberapa hal mengenai produk, dan sebagai alat promosi. Disampai itu pencantumkan label banyak dipengaruhi oleh penetapan harga per unit, masa kadaluwasa, dan pencantuman besarnya gizi.
Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar