Minggu, 14 April 2013

laporan 6 manajemen pemasaran jasa



Laporan 6 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda Wulandari
Mp Non Reg 2011 (1445115205)
Tentang Penciptaan dan Perkembangan Produk Jasa Pendidikan
Pertemuan ketujuh ini terjadi pada hari senin tanggal 08 April 2013 pertemuan ini bersama bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok lima yang terdiri dari M.fahmi, Arta, Septi, dan Yayuk yang mempresentasikan hasil kerja mereka dengan judul Penciptaan dan Pengembangan Produk Jasa Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada sekitar pukul 13.40.
Pertama-tama sebelum memasuki materi penciptaan dan pengembangan produk jasa pendidikan kita harus terlebih dahulu memahami produk yaitu seperangkat atribut baik berwujud (barang) maupun tidak terwujud (jasa) yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah kebutuhan maupun keinginan pelanggannya.Produk baru bisa diartikan sebagai produk baru bagi perusahaan, modifikasi dari produk yang sudah ada, duplikat dari produk pesaing, produk yang diakuisisi dan produk asli inovatif. Pada penciptaan dan pengembangan produk baru tidak terlepas dari produk planning. Produk planing yaitu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk merencanakan suatu produk. Tujuan dari produk planing yaitu memenuhi keinginan konsumen agar produk yang dihasilkan mendapatkan laba maksimal dan sesuai tujuan perusahaan itu sendiri. Dimana dalam produk planning, produk baru harus dipandang sebagai suatu pemecahan masalah bagi konsumen, dimana jika konsumen membeli suatu produk maka konsumen akan merasakan manfaat dari produk yang dibelinya dan merasakan kepuasan atas manfaat produk tersebut, sehingga konsumen percaya bahwa produk yang dibelinya dapat memenuhi kebutuhannya dan akan membeli produk tersebut secara terus menerus.
Ciri-ciri produk baru yaitu inovasi baru, berupa pengganti produk yang lama, dan merupakan produk imitasi. Produk imitasi maksudnya ketika perusahaan lain telah membuat produk, perusahaan membuat produk yang serupa tetapi produknya berbeda label atau nama. Produk baru ini sendiri memiliki dua pendekatan yaitu akuisis dan pengembangan produk baru. Akuisisiadalah produk baru yang didapatkan karena membeli perusahaan atau membangun sebuah perusahaan. Apabila seseorang membangun perusahaan maka dia perlu dengan membuat produk agar perusahaannya dapat berjalan. Yang kedua ada pengembangan produk baru yaitu produk yang sudah dibuat semakin dikembangkan untuk memenuhi segmen pasar dan lebih unggul dibanding pesaing, didalam pengembangan produk baru ada dua yang harus diperhatikan yaitu inovasi dan improvisasi.
Inovasi produk sangat penting, konsumen semakin selektif dalam memilih produk sehingga perusahaan harus terus berinovasi agar produknya dipilih dan digunakan konsumen. Produk mempunyai daur hidup. Tiap produk pasti akan mengalami penurunan karena kompetitor yang mengeluarkan produk yang sama dan lebih unggul. Maka perlu adanya inovasi di produk tersebut. Produk akan menentukan laba. Perusahaan dibuat untuk menentukan laba atau profit, ingin terus menjaga eksistensi perusahaannya dan penempatan kembali produk, dll. Laba ini didapatkan dari hasil penjualan produknya. Produk baru itu sangat penting bagi pertumbuhan perkembangan perusahaan.
Dalam perkembangan produk baru  menurut kotler terdapat tahap-tahapnya yaitu:
1.      Penciptaan ide; sebelum membuat produk maka perlu penciptaan ide harus jelas dalam mendefinisikan tujuan dari pengembangan produk itu sendiri dan harus jelas apakah akan memodifikasi produk lama, membuat keluaran baru, atau meniru pesaing. Dalam penciptaan ide bisa berasal dari konsumen, pesaing, karyawan, dan ilmuan.
2.      Penyaringan ide;  dalam penyaringan ide ini bertujuan untuk menyaring ide-ide buruk atau ide-ide yang jumlahnya banyak sehingga butuh penyeleksian ketat agar ide yang dikembangkan dapat efektif dalam pencapaian tujuan.
3.      Pengembangan dan pengujian konsep; dari ide yang menarik maka akan dijadikan konsep produk yang bisa diuji, apakah konsep produk tersebut sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan yang diinginkan konsumen.
4.      Pengembangan strategi pemasaran; tahap ini merupakan upaya perancangan pemasaran untuk memperkenalkan produknya kepada pasar.
5.      Analisis usaha; memperkirakan biaya dan laba, dan mengestimasikan penjualan.
6.      Pengembangan produk; setelah konsep produk sudah matang dan sudah melewati analisis bisnis maka konsep produk tersebut dirubah menjadi bentuk fisik.
7.      Marketing testing; pada tahap ini produk diberi nama, kemasan dan program pemasaran awal untuk mengujinya dalam bentuk nyata. Pada tahap ini dapat dipelajari bagaimana konsumen memberi tanggapan pada produk yang kita kembangkan.
8.      Komersialisasi; setelah melakukan marketing mix, maka diperoleh banyak informasi untuk mengambil keputusan apakah produk yang sedang dikembangkan akan diluncurkan atau tidak. Jika ingin diluncurkan kita perlu memikirkan kapan produk diluncurkan, pasar mana yang akan menjadi target, dimana awal produk akan dijual dan besar biaya yang dibutuhkan untuk pemasaran produk.
Namun terjadi beberapa dilema atau kendala-kendalanya dalam pengembangan produk baru seperti kekurangan ide produk baru yang penting dalam bidang-bidang tertentu, pasar yang terbagi-bagi, kendala dalam lingkup ruang sosial dan pemerintah, kekurangan modal, mahalnya proses pengembangan produk karena harga yang meroket naik, waktu pengembangan yang lebih cepat, dan siklus hidup produk yang lebih pendek.
Sekian dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar