Laporan
6 Manajemen Pemasaran Jasa
Nama : Ria Winda
Wulandari
Mp Non Reg 2011
(1445115205)
Tentang Penciptaan dan
Perkembangan Produk Jasa Pendidikan
Pertemuan
ketujuh ini terjadi pada hari senin tanggal 08 April 2013 pertemuan ini bersama
bapak Dr. Amril Muhammad, SE, M.Pd. dan diawali dengan presentasi dari kelompok
lima yang terdiri dari M.fahmi, Arta, Septi, dan Yayuk yang mempresentasikan
hasil kerja mereka dengan judul Penciptaan dan Pengembangan Produk Jasa
Pendidikan yang berlokasi di ruang DS. 307 Gedung Daksinapati lantai 3 UNJ pada
sekitar pukul 13.40.
Pertama-tama
sebelum memasuki materi penciptaan dan pengembangan produk jasa pendidikan kita
harus terlebih dahulu memahami produk yaitu seperangkat atribut baik berwujud
(barang) maupun tidak terwujud (jasa) yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan
bisa memuaskan sebuah kebutuhan maupun keinginan pelanggannya.Produk baru bisa
diartikan sebagai produk baru bagi perusahaan, modifikasi dari produk yang
sudah ada, duplikat dari produk pesaing, produk yang diakuisisi dan produk asli
inovatif. Pada penciptaan dan pengembangan produk baru tidak terlepas dari
produk planning. Produk planing yaitu kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk
merencanakan suatu produk. Tujuan dari produk planing yaitu memenuhi keinginan
konsumen agar produk yang dihasilkan mendapatkan laba maksimal dan sesuai
tujuan perusahaan itu sendiri. Dimana dalam produk planning, produk baru harus
dipandang sebagai suatu pemecahan masalah bagi konsumen, dimana jika konsumen
membeli suatu produk maka konsumen akan merasakan manfaat dari produk yang
dibelinya dan merasakan kepuasan atas manfaat produk tersebut, sehingga
konsumen percaya bahwa produk yang dibelinya dapat memenuhi kebutuhannya dan
akan membeli produk tersebut secara terus menerus.
Ciri-ciri
produk baru yaitu inovasi baru, berupa pengganti produk yang lama, dan
merupakan produk imitasi. Produk imitasi maksudnya ketika perusahaan lain telah
membuat produk, perusahaan membuat produk yang serupa tetapi produknya berbeda
label atau nama. Produk baru ini sendiri memiliki dua pendekatan yaitu akuisis
dan pengembangan produk baru. Akuisisiadalah produk baru yang didapatkan karena
membeli perusahaan atau membangun sebuah perusahaan. Apabila seseorang
membangun perusahaan maka dia perlu dengan membuat produk agar perusahaannya
dapat berjalan. Yang kedua ada pengembangan produk baru yaitu produk yang sudah
dibuat semakin dikembangkan untuk memenuhi segmen pasar dan lebih unggul
dibanding pesaing, didalam pengembangan produk baru ada dua yang harus
diperhatikan yaitu inovasi dan improvisasi.
Inovasi
produk sangat penting, konsumen semakin selektif dalam memilih produk sehingga
perusahaan harus terus berinovasi agar produknya dipilih dan digunakan
konsumen. Produk mempunyai daur hidup. Tiap produk pasti akan mengalami
penurunan karena kompetitor yang mengeluarkan produk yang sama dan lebih
unggul. Maka perlu adanya inovasi di produk tersebut. Produk akan menentukan
laba. Perusahaan dibuat untuk menentukan laba atau profit, ingin terus menjaga
eksistensi perusahaannya dan penempatan kembali produk, dll. Laba ini
didapatkan dari hasil penjualan produknya. Produk baru itu sangat penting bagi
pertumbuhan perkembangan perusahaan.
Dalam
perkembangan produk baru menurut kotler terdapat
tahap-tahapnya yaitu:
1. Penciptaan
ide; sebelum membuat produk maka perlu penciptaan ide harus jelas dalam
mendefinisikan tujuan dari pengembangan produk itu sendiri dan harus jelas
apakah akan memodifikasi produk lama, membuat keluaran baru, atau meniru
pesaing. Dalam penciptaan ide bisa berasal dari konsumen, pesaing, karyawan,
dan ilmuan.
2. Penyaringan
ide; dalam penyaringan ide ini bertujuan
untuk menyaring ide-ide buruk atau ide-ide yang jumlahnya banyak sehingga butuh
penyeleksian ketat agar ide yang dikembangkan dapat efektif dalam pencapaian
tujuan.
3. Pengembangan
dan pengujian konsep; dari ide yang menarik maka akan dijadikan konsep produk
yang bisa diuji, apakah konsep produk tersebut sudah sesuai dengan apa yang
dibutuhkan dan yang diinginkan konsumen.
4. Pengembangan
strategi pemasaran; tahap ini merupakan upaya perancangan pemasaran untuk
memperkenalkan produknya kepada pasar.
5. Analisis
usaha; memperkirakan biaya dan laba, dan mengestimasikan penjualan.
6. Pengembangan
produk; setelah konsep produk sudah matang dan sudah melewati analisis bisnis
maka konsep produk tersebut dirubah menjadi bentuk fisik.
7. Marketing
testing; pada tahap ini produk diberi nama, kemasan dan program pemasaran awal
untuk mengujinya dalam bentuk nyata. Pada tahap ini dapat dipelajari bagaimana
konsumen memberi tanggapan pada produk yang kita kembangkan.
8. Komersialisasi;
setelah melakukan marketing mix, maka diperoleh banyak informasi untuk
mengambil keputusan apakah produk yang sedang dikembangkan akan diluncurkan
atau tidak. Jika ingin diluncurkan kita perlu memikirkan kapan produk
diluncurkan, pasar mana yang akan menjadi target, dimana awal produk akan dijual
dan besar biaya yang dibutuhkan untuk pemasaran produk.
Namun
terjadi beberapa dilema atau kendala-kendalanya dalam pengembangan produk baru
seperti kekurangan ide produk baru yang penting dalam bidang-bidang tertentu,
pasar yang terbagi-bagi, kendala dalam lingkup ruang sosial dan pemerintah,
kekurangan modal, mahalnya proses pengembangan produk karena harga yang meroket
naik, waktu pengembangan yang lebih cepat, dan siklus hidup produk yang lebih
pendek.
Sekian
dulu report buat pertemuan ini, akan berlanjut di posting selanjutnya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar